Sony Kucurkan Rp53,2 triliun untuk Sensor IoT
Foto: Wales Online
Jakarta: Sony akan menggelontorkan dana senilai USD3,5 miliar atau setara Rp53,2 triliun, dalam tiga tahun ke depan sampai tahun fiskal 2020.

Dana investasi tersebut akan dipakai untuk menambah produksi dan pengembangan sensor gambar dan chip lainnya. Ini tampaknya merupakan satu langkah baru Sony terjun ke dalam industri Internet of Things.

Investasi tersebut terdiri dari 30 persen peningkatan CAPEX dalam tiga tahun fiskal terakhir, dengan target penambahan kapasitas produksi dari 20 persen ke 30 persen.


Keputusan ini diambil setelah prediksi laporan keuangan berikutnya yang berakhir pada Maret 2019 akan naik, dikutip dari Nikkei Asian Review. Investasi Sony terhadap sensor gambar ini ternyata tak hanya berkutat pada smartphone, tetapi juga pada perangkat lain seperti mobil dan pertokoan.

Sensor gambar pada mobil pintar berfungsi sebagai “mata”, mendeteksi objek di sekitarnya. Sementara untuk pertokoan, sensor gambar bisa melihat barang belanjaan konsumen.

Dari sektor bisnis ini, Sony membidik peluang sebagai penyedia utama sensor tersebut, dan punya kesempatan untuk uji coba dan pengembangan lainnya.

Permintaan pasar terhadap sensor untuk smartphone memang tinggi, tetapi mereka melihat penjualan smartphone tidak bertambah secara signifikan.

Di sisi lain, jumlah sensor di smartphone terus bertambah, terutama untuk kamera. Smartphone kelas atas menggunakan sensor cahaya dan warna yang terpisah untuk meningkatkan kualitas gambar.

Pasar sensor ini diperkirakan tumbuh dari USD12,5 miliar pada tahun 2017 menjadi USD19 miliar pada tahun 2022. Sony sendiri saat ini menjadi pemimpin pasar sensor gambar, dengan pangsa pasar 52 persen menurut HIS Markit. Posisi kedua diisi oleh Samsung dengan pangsa 19 persen.

Semua produksinya saat ini masih berpusat di tiga pabrik utama di Jepang. Kapasitas produksi per bulan bisa mencapai 100 ribu unit untuk wafer berukuran 300 mm.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.