Hal ini diwujudkan oleh mahasiswa asal Surabaya, Jawa Timur, Afis Sabi Masrury, dengan menciptakan aplikasi pendeteksi ikan untuk membantu nelayan saat bekerja, bernama Fish Finder. Aplikasi ini memanfaatkan smartphone dengan sistem operasi Android, yang dikombinasikan dengan sensor sonar.
Pemanfaatan aplikasi ini diklaim Afis tergolong mudah, cukup dengan memiliki smartphone berisi aplikasi Fish Finder dan memasangkan perangkat dengan sensor sonar di perahu yang bertugas untuk mendeteksi keberadaan ikan. Afis juga mengklaim perangkat dan aplikasi karyanya tersebut dapat mendeteksi keberadaan ikan hingga kedalaman 100 meter.
Pada aplikasi, nelayan dakan disuguhkan sejumlah informasi termasuk kedalaman perairan, grafik yang mewakili bentuk dasar perairan yang dilewati alat, informasi mengenai keberadaan ikan berupa notifikasi suara, serta buzzer pengendali untuk menentukan frekuensi pemanggil ikan yang dibutuhkan.
Selain itu, frekuensi pemanggil yang dipancarkan perangkat ini dapat terpancar dengan jarak hingga tiga meter. Biaya perakitan alat pendukung Fish Finder yang dibekali dengan GoPro dan sensor Arduino tersebut diklaim tergolong terjangkau, yaitu sebesar Rp5 juta.
Afis mengakui aplikasi dan alat ciptaannya tersebut masih mengalami sejumlah kendala terkait komunikasi data. Hingga saat ini komunikasi data antar perangkat masih menggunakan teknologi Bluetooth, yang dinilai Afis masih belum stabil.
Namun, Afis berencana mengembangkan alat tersebut, dan akan menggunakan WiFi pada pengembangan selanjutnya. Melalui teknologi sederhana berupa aplikasi dan alat Fish Finder ini, Afis dapat membantu nelayan skala kecil dalam meningkatkan penghasilan mereka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News