Menkominfo Johnny G. Plate.
Menkominfo Johnny G. Plate.

Menkominfo Minta Tokopedia Lakukan Investigasi

Teknologi teknologi tokopedia cyber security
Cahyandaru Kuncorojati • 04 Mei 2020 08:39
Jakarta: Kasus pembobolam atau peretasan data pengguna di Tokopedia oleh hacker dan dijualnya data tersebut di pasar gelap internet (dark web) ternyata mengundah perhatian pemerintah. Menkominfo Johnny G. Plate ikut mengomentari kasus ini.
 
Melalui siaran pers yang dibagian Kementerian Komunikasi dan Informatika, Menkominfo meminta pengelola Tokopedia melakukan investigasi internal untuk memastikan dugaan kebocoran data di platform mereka.
 
"Kami sudah bersurat dan berkordinasi dengan Tokopedia. Tim teknis Kominfo sudah melakukan koordinasi teknis untuk menindaklanjuti adanya isu pembobolan data pengguna. Kami, masih menunggu laporan tersebut selesai dibuat," tuturnya

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tokopedia juga diimbau untuh mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjamin keamanan data pengguna. Menkominfo Johnny G. Plate sudah memberikan imbauan beberapa langkah yang harus dilakukan.
 
Baca: Data Pengguna Bocor, Begini Cara Amankan Akun Tokopedia,
 
"Hal pertama yang harus dilakukan Tokopedia segera melakukan pengamanan sistem untuk mencegah meluasnya data breach. Kedua, memberitahu pemilik akun yang kemungkinan data pribadinya terekspos," jelasnya.
 
"Dan ketiga, melakukan investigasi internal untuk memastikan dugaan data breach serta apabila telah terjadi, mencari tahu penyebab data breach tersebut," imbuh Menkominfo Johnny G. Plate.
 
Tokopedia sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) memiliki kewajiban memenuhi Standar Pelindungan Data Pribadi yang dimuat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelengaraan Sistem dan Transaksi Elektronik, serta Peraturan Menteri Kominfo Nomor 20 Tahun 2016 tentang Perlindungan Data Pribadi dalam Sistem Elektronik.
 
"Terkait permasalahan ini, saya telah meminta Dirjen Aptika untuk memanggil Direksi Tokopedia agar memberikan penjelasan terkait hal ini. Pertemuan akan dilakukan Senin, tanggal 4 Mei," ungkap Menkomifo.
 
Laporan mengenai bocornya data pengguna Tokopedia pertama kali disebarkan oleh akun firma keamanan siber asal Israel lewat akun Twitter @underthebreach. Mereka mengklaim bahwa aksi peretasan data 15 juta pengguna Tokopedia ini terjadi pada bulan maret 2020 dan kini sudah dijual di dark web atau pasar gelap internet.
 
Diklaim bahwa data ini berisi alamat email, nama akun, dan hash password yang terkumpul dalam file database PostgreSQL. Bahkan diklaim sang peretas sudah menjual file berisi 91 juta catatan pengguna dengan harga USD5000 atau kisaran Rp54 juta menurut kurs saat ini.
 
Beberapa pihak anonim asal Tanah Air yang mengaku mencoba membeli data tersebut mengungkapkan bahwa isi dari file yang dijual peretas benar adanya. Di dalamnya terdapat informasi data pengguna baik pembeli maupun penjualan atau pemilik toko online di Tokopedia.
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif