Twitter kini mengharuskan pegawainya di seluruh dunia untuk bekerja dari rumah.
Twitter kini mengharuskan pegawainya di seluruh dunia untuk bekerja dari rumah.

Antisipasi Covid-19, Twitter Minta Pegawai Bekerja dari Rumah

Teknologi media sosial teknologi Virus Korona twitter
Lufthi Anggraeni • 13 Maret 2020 13:32
Jakarta: Setelah sangat mengimbaunya pada awal bulan ini, Twitter menyebut bahwa bekerja dari rumah ini menjadi keharusan bagi seluruh pegawai di seluruh dunia akibat kekhawatiran penyebaran virus korona atau Covid-19.
 
Dalam pengumumannya, Twitter menyebut bahwa perusahaannya memahami bahwa keharusan bekerja dari rumah ini merupakan langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya, namun saat ini dinilainya sebagai durasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.
 
World Health Organization (WHO) telah secara resmi mendeklarasikan bahwa Covid-19 sebagai pandemi. Kini telah dilaporkan sebanyak 118 ribu kasus di 114 negara, dengan angka kematian mendekati 4.000 jiwa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Twitter menyebut akan membantu seluruh pegawainya, termasuk pekerja per jam dan kontraktor, untuk mencakup biaya guna mempersiapkan kantor di rumah. Kontraktor, vendor, dan pekerja per jam yang tidak dapat bekerja dari rumah akan tetap dibayar sesuai dengan jam kerja standar mereka selama kebijakan bekerja dari rumah diterapkan.
 
Selain itu, Twitter juga menyebut akan mencakup biaya harian penjagaan anak bagi orang tua jika layanan penjagaan anak yang biasa mereka manfaatkan ditutup akibat Covid-19. Tim Inclusion dan Diversity Twitter juga akan menyelenggarakan FlockTalk virtual.
 
FlockTalk merupakan program dukungan pegawai untuk mendiskusikan cara berita terkait Covid-19 mempengaruhi masyarakat dalam hal berbeda, dari sekolah dan kantor yang ditutup, hingga kekhawatiran kesehatan serius, hingga rasisme kepada komunitas.
 
Pada tanggal 2 Maret lalu, Twitter mengumumkan bahwa perusahaannya mendorong pegawai bekerja dari rumah, dan hanya menjadikannya keharusan bagi pegawai di Hong Kong, Jepang, dan Korea Selatan, akibat pembatasan yang diterapkan pemerintah.
 
Dalam pengumumannya saat ini, Twitter menyebut memperluas kebijakan ini ke seluruh dunia karena memprioritaskan kesehatan dan keamanan pegawai. Selain itu, Twitter juga menyebut perusahaannya memiliki kewajiban dalam mendukung komunitas, masyarakat yang rentan, dan penyedia layanan kesehatan yang berada di garis depan dari pandemi ini.
 
Perusahaan teknologi besar lainnya, termasuk Amazon, Box dan Lyft, juga telah mengimplementasikan rekomendasi atau kebijakan bekerja dari rumah sebagai tanggapan dari Covid-19, sedangkan acara besar seperti MWC dan E3 telah dibatalkan atau dipindahkan sebagian ke ranah online.
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif