NEWSTICKER
Jack Ma mendonasikan sebanyak 500 ribu alat penguji virus korona dan masker ke AS.
Jack Ma mendonasikan sebanyak 500 ribu alat penguji virus korona dan masker ke AS.

Jack Ma Sumbang Alat Uji Covid-19 ke Amerika Serikat

Teknologi teknologi alibaba
Lufthi Anggraeni • 16 Maret 2020 13:03
Jakarta: Co-founder Alibaba Jack Ma menyebut bahwa dirinya mendonasikan 500 ribu alat penguji virus korona dan satu juta masker wajah pelindung ke Amerika Serikat. Miliarder asal Tiongkok ini telah mendonasikan sebanyak dua juta masker pelindung ke negara di Eropa.
 
Pengapalan pertama alat pengujian virus korona, pasokan kesehatan dan 500 ribu masker ditujukan untuk wilayah Italia, sebagai negara dengan dampak virus korona terbanyak saat ini, telah tiba di Liege Airport Belgia pada hari Jumat lalu.
 
The Verge melaporkan setelah Italia, Ma melalui yayasannya mengaku proses pengiriman 500 ribu alat penguji virus korona dan satu juta masker tersebut ke Amerika Serikat siap dilaksanakan. Melalui akun Twitternya, Ma menyebut pandemik yang dihadapi saat ini tidak lagi dapat diselesaikan jika hanya dilakukan oleh masing-masing negara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dunia tidak dapat mengalahkan virus ini kecuali saling bekerja sama serta menghapus batas terkait sumber daya dan berbagi pengetahuan satu sama lain. Sebagai informasi, Ma mendirikan Alibaba pada tahun 1999 dan membantunya bertumbuh menjadi bisnis bernilai USD420 miliar (Rp6,2 triliun).
 
kekayaan Ma saat ini ditaksir mencapai USD37 miliar (Rp549,6 triliun). Sementara itu pada Jumat lalu, Presiden Trump mendeklarasikan kondisi darurat nasional terkait dengan penyebaran virus korona, dan World Health Organization (WHO) mendeklarasikannya sebagai pandemi.
 
Italia menjadi salah satu negara dengan pasien positif COVID-19 terbanyak, sehingga pemerintah setempat memutuskan untuk mengunci negaranya pada pekan lalu. Hingga hari Sabtu pagi, sebanyak 2.195 orang di Amerika Serikat telah dinyatakan positif mengidap COVID-19.
 
Untuk Indonesia, per Senin pukul 05.00 WIB, juru bicara pemerintah untuk penanganan virus koroba, Achmad Yurianto, menyebut terdapat sebanyak 117 orang dinyatakan positif terinfeksi virus korona. Jika dibandingkan dengan Sabtu lalu, jumlah ini meningkat sebanyak 21 orang.
 
Sementara itu, Alibaba Group diklaim bisa mendeteksi virus korona, dengan teknologi kecerdasan buatan atau AI (Artificial Intelligence) yang dikembangkannya. Teknologi ini diklaim mampu mendeteksi virus korona dengan tingkat akurasi 96 persen, dan proses pendeteksian ini hanya membutuhkan waktu selama 20 detik.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif