Ilustrasi. (Bobislav via Getty Images)
Ilustrasi. (Bobislav via Getty Images)

Kembangkan Senjata Pakai AI, Universitas Korsel Diboikot

Ellavie Ichlasa Amalia • 06 April 2018 21:44
Jakarta: Sekitar 50 ahli robotika memboikot KAIST (Korea Advanced Institute of Science and Technology), sebuah universitas di Korea Selatan yang memutuskan membuka laboratorium senjata berbasis kecerdasan buatan (AI). 
 
Alasan para peneliti melakukan boikot ini adalah karena ditakutkan, pembukaan laboratorium ini akan mendorong negara-negara lain untuk berlomba-lomba mengembangkan senjata dengan AI. Selain itu, mereka juga khawatir, senjata itu akan digunakan oleh teroris, atau Korea Utara, lapor Engadget.
 
Sejak Februari, KAIST tengah mengembangkan empat proyek. Pertama, sistem komando dan pengambil keputusan berbasis AI, algoritma navigasi untuk drone penyelam, sistem pelatihan pesawat cerdas dan teknologi pengenalan dan pelacakan objek berbasis AI. 

Memang, keempat proyek itu terdengar proyek yang biasa dikembangkan oleh para peneliti. Namun, KAIST telah bekerja sama dengan perusahaan militer Korea, Hanwha Systems, yang perusahaan induknya telah dimasukkan ke dalam daftar hitam oleh PBB. 
 
"Kami akan memboikot semua kerja sama dengan semua bagian dari KAIST sampai presiden KAIST memberikan kepastian, yang hingga kini belum kami terima, bahwa mereka tidak akan mengembangkan senjata otonom tanpa kendali manusia," tulis surat boikot ini. 
 
Salah satu kekhawatiran para peneliti adalah KAIST akan mendorong era perang yang lebih brutal dan lebih cepat, menurut KBS WOrld Radio. Sementara itu, KAIST berkata, mereka tidak berencana untuk membuat robot pembunuh dan mereka "sedih" karena respons negatif yang mereka dapatkan.
 
Mereka menyebutkan, mereka mengembangkan teknologi untuk meminimalisir jumlah korban dalam skenario seperti penjinakan bom. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan