Jajaran pengurus Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI).
Jajaran pengurus Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI).

PANDI Mau Berantas Situs Penipuan Berkedok Domain .id

Cahyandaru Kuncorojati • 03 Agustus 2022 17:42
Jakarta: Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) yang merupakan registri nama nama domain tingkat atas Indonesia dengan domain .id menyatakan bahwa mereka ingin memberantas penipuan metode phishing yang menggunakan domain tersebut pada situsnya.
 
Domain web atau alamat situs .id dianggap sebuah identitas yang dikenal sebagai akronim dari Indonesia. Makanya menurut PANDI penting untuk melakukan pemberantasan situs penipuan (phishing) menggunakan domain .id, selain itu agar situs dengan domain ini terpercaya.
 
Phishing merupakan penipuan dengan cara mengaku sebagai pihak tertentu, metode ini bisa dijumpai pada SMS penipuan yang mencantumkan situs palsu dengan nama yang mirip aslinya bahkan kerap menggunakan domain .id supaya korban semakin percaya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketua Dewan Pengurus PANDI, Yudho Giri Sucahyo menyatakan bahwa hal ini harus ditanggapi dengan serius apalagi dengan data dari Indonesia Anti-Phishing Data Exchange (IDADX) yang mereka kelola bersama para registrar domain .id.
 
“IDADX adalah sebuah inisiasi untuk meningkatkan keamanan siber nasional dengan memfasilitasi respons global terhadap kejahatan internet di sektor  pemerintah, penegakan hukum, industri, dan komunitas internet,” ujarnya.
 
Konferensi pers yang digelar hari ini, Rabu, 3 Agustus, dibagikan data dari IDADX yang menyajikan laporan phishing yang ditemukan pada kuartal kedua tahun ini.  Sayangnya, kasus phishing lewat situs dengan domain .id tercatat meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya.
 
Angka situs domain .id yang terbukti melakukan phishing pada Q2 2022 diklaim sebanyak 5.579 padahal di Q1 2022 hanya 3.942. Deputi Pengembangan Riset Terapan, Inovasi, dan Teknik PANDI, M. Fauzi menyebutkan dua alasan yang membuat laporan phishing meningkat.
 
“Kemungkinan ada dua hal, pertama karena masyarakat semakin paham dan melaporkannya serta kedua adalah karena pelaku phishing membuat lebih dari satu situs. Jadi tidak hanya registrar domain .id tapi masyarakat juga bisa membuat laporan,” jelasnya.
 
Fauzi menyebutkan bahwa web domain .id yang terbukti melakukan phishing aksesnya langsung ditutup. Namun, bagi masyarakat yang dirugikan dan melapor kepolisian maka PANDI siap membantu mencarikan informasi individu atau kelompok yang mengelola situs phishing tersebut.
 
Tercatat hingga tanggal 30 Juni 2022 terdapat 44.279 laporan tren phishing domain .id dalam kurun waktu 5 tahun terakhir yang dikumpulkan pada dashboard IDADX. Organisasi IDADX memiliki keanggotaan yang terdiri dari para registrar PANDI.
 
PANDI juga mengaku telah menjalin kerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta Kementerian Kominfo untuk menjaga kredibilitas dari domain .id sehingga semakin populer dan terpercaya.
 
(MMI)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif