NEWSTICKER
Peresmian portal Aduanasn menjadi bentuk kerja pertama Johnny G. Plate sejak dilantik sebagai Menkominfo.
Peresmian portal Aduanasn menjadi bentuk kerja pertama Johnny G. Plate sejak dilantik sebagai Menkominfo.

100 Hari Jokowi-Maruf

Portal Aduanasn Jadi Salah Satu Kerja Pertama Menkominfo Johnny

Teknologi kominfo teknologi 100 Hari Jokowi-Maruf
Lufthi Anggraeni • 30 Januari 2020 12:21
Jakarta: Memasuki hari ke-21 setelah resmi dilantik sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Johnny G Plate, mewakili Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam pengesahan portal layanan aduan bertajuk Aduan ASN atau aduanasn.id.
 
Peresmian portal ini merupakan bagian dari rangkaian dalam menanggapi radikalisme yang berkembang di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), yang digagas dan diresmikan oleh 11 kementerian atau lembaga badan negara, termasuk Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).
 
Kementerian dan lembaga tersebut termasuk Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenpolhukam), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Pendidikan dan Budaya (Kemendikbud), dan Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam portal ini, Kemenkominfo menjadi fasilitator yang menyiapkan dan ikut mengelola, seperti yang dijelaskan oleh Johnny G. Plate. Beliau mengingatkan bahwa aduanasn.id bukan ditujukan untuk membatasi ASN dalam memberikan kritik kepada pemerintah.
 
"Mengkritik boleh kok. Semuanya boleh mengkritik. Kalau ASN mengkritik pekerjaannya sendiri juga boleh, yang tidak boleh ini yang tidak ada dasarnya. ASN atau PNS boleh mengkritik kepada pemerintah selama memiliki landasan yang pasti alias valid, bukan hoaks," ujar Johnny.
 
Siapapun bisa melaporkan individu yang diketahui sebagai ASN dan telah membuat, menyebarkan, atau memberikan dukungan terhadap konten yang terindikasi radikalisme. Dalam proses pengaduan, pelapor harus mencantumkan identitas termasuk NIK (Nomor Induk Kependudukan).
 
Pelaporan juga dilengkapi dengan mengunggah foto, audio, video, dan tautan dari media sosial atau web yang berisi konten radikal dan disebarkan atau mendapatkan dukungan dari ASN terlapor.
 
Selain itu, Kemenfominfo juga mengumumkan beberapa poin indikator radikalisme atau jenis pelanggaran di ASN yang patut dilaporkan lewat aduanasnid. Pertama adalah teks, gambar, audio, dan video yang memuat ujaran kebencian terhadap Pancasila dan UUD 1945.
 
Kemudian bentuk konten yang sama yang memuat ujaran kebencian terhadap salah satu suku, agama, ras, dan antar golongan. ASN menyebarluaskan pendapat melalui media sosial yang berisikan jenis ujaran kebencian yang disebutkan sebelumnya.
 
Kegiatan yang termasuk dalam menyebarluaskan di antaranya adalah share, broadcast, unggah, retweet, repost, dan sejenisnya. Selanjutnya ASN membuat atau menyebarkan pemberitaan yang menyesatkan atau tidak dapat dipertanggungjawabkan baik secara langsung maupun media sosial.
 
Pelanggaran lain termasuk penyelenggaraan kegiatan yang menghina, menghasut, memprovokasi, dan membenci Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI. Keikutsertaan dalam kegiatan yang disebutkan tadi juga termasuk dalam bentuk pelanggaran.
 
ASN yang memberikan tanggapan atau dukungan sebagai tanda sependapat dengan konten pelanggaran di atas juga bisa dilaporkan. Bentuk tanggapan atau dukungan ini bisa berbentuk lise, dislike, love, retweet atau comment di media sosial.
 
Selanjutnya adalah menggunakan atribut yang bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan pemerintah. Pelecehan terhadap simbol-simbol negara baik secara langsung maupun tidak melalui media sosial termasuk dalam pelanggaran yang bisa diadukan.
 
"Ini disediakan untuk satu kepentingan yakni kenyamanan keluarga ASN. Hari ini secara khusus dikaitkan SKB penanganan radikalisme. ASN sebagai garda terdepan, tentu punya peran strategis yang tidak hanya didukung dengan SDM yang punya skill tetapi juga nasionalisme yang tinggi," beber Johnny.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif