Acara Huawei APAC Digital Innovation Congress digelar bersama oleh Huawei dan ASEAN Foundation di Singapura
Acara Huawei APAC Digital Innovation Congress digelar bersama oleh Huawei dan ASEAN Foundation di Singapura

Huawei APAC Digital Innovation Congress Bawa Inovasi Era Digital di Asia Pasifik

Cahyandaru Kuncorojati • 21 Mei 2022 12:15
Jakarta: Huawei APAC Digital Innovation Congress digelar bersama oleh Huawei dan ASEAN Foundation. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 1.500 pejabat pemerintah, para pakar, peneliti, mitra dan analis dari lebih dari 10 negara di kawasan Asia Pasifik, untuk menjelajahi masa depan inovasi digital dan ekonomi digital.
 
Topik yang diusung dalam gelaran ini antara lain perkembangan terkini dalam bidang TIK, percepatan transformasi digital di seluruh sektor industri, serta pembangunan hijau dan rendah karbon. 
 
“Kawasan Asia Pasifik adalah salah satu kawasan dengan kebudayaan paling kaya dan perekonomian paling hidup di seluruh dunia,” kata Ken Hu, Rotating Chairman Huawei dalam kata sambutannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Sejak lama, kawasan ini memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi dunia, dan kini memegang peran yang sama pentingnya dalam inovasi digital,” lanjutnya, mengutip fakta bahwa banyak negara Asia Pasifik telah menerapkan transformasi digital hingga ke tingkat kebijakan strategis, sembari terus mendorong kampanye lingkungan. 
 
"Kami akan terus melakukan investasi besarbesaran untuk membantu para mitra kami di kawasan Asia Pasifik untuk mencapai tujuan pembangunan strategis mereka. Di tahun 2022, kami akan meningkatkan dukungan bagi terwujudnya Green and Digital APAC (Asia Pasifik yang Lestari dan Digital) degan mendorong infrastruktur digital, pembangunan rendah karbon, dan inklusi digital.”
 
Deputi Sekjen Masyarakat Ekonomi ASEAN Satvinder Singh menguraikan kemajuan yang telah dicapai sejauh ini menuju ASEAN Digital Masterplan 2025 (Rencana Induk Digital untuk ASEAN Tahun 2025). Ia menyampaikan pandangannya mengenai bagaimana pandemi telah mendorong laju transformasi digital.
 
"Di kawasan ASEAN, sejak bermulanya pandemi Covid-19, telah muncul 60 juta konsumen digital baru, membuat ASEAN menjadi basis internet terbesar ketiga di dunia dengan hampir 400 juta pengguna internet. Pendapatan digital di kawasan ASEAN diperkirakan akan mencapai USD363 miliar di tahun 2025.”
 
“Transformasi digital menuntut adanya koordinasi yang lebih kuat antar berbagai pemangku kepentingan, termasuk sektor swasta, untuk sepenuhnya merealisasikan potensi transformasi digital di ASEAN.”
 
Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI mengatakan eknologi garis depan (frontier) dapat menjadi mesin pendorong pemulihan dan kebangkitan kembali.
 
"Protokol Kebersihan, Kesehatan, dan Keberlanjutan Keselamatan & Lingkungan yang dikustomisasi, diadaptasi dan disesuaikan dengan kebutuhan setempat dapat berperan penting untuk mengubah arah sektor pariwisata dan industri kreatif." 
 
Simon Lin, President of Huawei Asia Pacific Region, menyampaikan paparan tentang melimpahnya peluang digital di kawasan Asia Pasifik. Ia berbicara tentang misi perusahaan yang berbunyi “Di Asia Pasifik, untuk Asia Pasifik”.
 
"Huawei ingin membantu Asia Pasifik membangun infrastruktur unggulan yang ramah lingkungan, menciptakan ekosistem industri yang maju dan berkembang, serta mendorong terwujudnya Asia Pasifik yang inklusif dan berkelanjutan."
 
Lin menjelaskan bahwa Huawei telah menyediakan konektivitas bagi lebih dari 90 juta rumah tangga dan satu miliar pengguna seluler di seluruh Asia Pasifik. Pangsa pasar IaaS Huawei saat ini memegang peringkat ke-4 di kawasan Asia Pasifik yang terus berkembang, dan Huawei saat ini mengintegrasikan teknologi digital dengan teknologi elektronika daya untuk mewujudukan masa depan yang lebih hijau.
 
Di Asia Pasifik, Huawei menjalin kemitraan dengan hampir 1.000 perusahaan dan mitra cloud, serta berencana untuk menginvestasikan USD100 juta dalam ekosistem rintisan Spark.
 
Bersama dengan para mitranya, Huawei telah melatih 170.000 SDM digital lokal, dan berencana menyediakan pelatihan digital untuk 500.000 SDM lainnya dalam lima tahun sebagai bagian dari upayanya untuk membangun ekosistem SDM yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi digital.
 
Termasuk dalam gelaran kongres adalah empat sesi industri yang fokus pada berbagai inovasi terbaru dalam bidang infrastruktur digital: kampus pintar, pusat data fullstack, digital power, dan cloud.
 
Dalam sesi Kampus Pintar, Huawei meluncurkan solusi untuk skenario multi-kampus, yang mencakup jaringan kampus yang disederhanakan dan skenario FTTO/FTTM, serta membagikan sejumlah pencapaian terbarunya dan praktik terbaik kepada para pelanggan dan mitra.
 
Untuk sesi cloud, Huawei menampilkan untuk pertama kalinya produk-produk dan solusi baru seperti GaussDB, sebuah database penyimpanan cloud terbaru, dan DevCloud, sebuah “toko serba-ada” digital untuk produk-produk DevOps yang bertujuan mendukung pengembangan perangkat lunak secara lebih efisien.
 
(MMI)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif