Jika selama ini Twitter menggunakan metode reverse chronological - menampilkan kicauan yang paling baru di bagian paling pertama - dengan opsi baru ini, Twitter menawarkan untuk menampilkan kicauan yang dianggap paling relevan dengan sang pengguna.
Metode ini akan mengingatkan Anda pada metode yang Facebook gunakan untuk menampilkan post di beranda Facebook.
Kabar mengenai fitur ini sudah ada sejak minggu lalu. Ketika itu, banyak pengguna Twitter yang protes, menjadikan tagar #RIPTwitter trending. CEO Twitter Jack Dorsey lalu mengumumkan bahwa metode reverse chronological yang selama ini Twitter gunakan tidak akan diganti.
Sesuai janji, Twitter tetap menawarkan beranda yang menampilkan kicauan berurut berdasarkan waktu pembuatan. Namun, mereka juga menawarkan opsi baru yang dapat pengguna aktifkan di bagian Settings.
Untuk mengaktifkan opsi beranda baru ini, Anda dapat melihat bagian Settings > Account. Scroll ke bagian bawah, dan Anda akan melihat opsi Timeline. Untuk menggunakan opsi baru dari Twitter, centang pilihan "Show me the best Tweets first".
Untuk menentukan kicauan yang terbaik atau yang paling relevan, Twitter akan melihat tingkat interaksi seseorang dengan akun-akun yang mereka ikuti.
Dalam pernyataan resmi yang Twitter keluarkan, mereka menyebutkan bahwa dengan adanya opsi baru ini, mereka berharap pengguna tidak akan melewatkan berbagai tweet penting dari akun-akun yang diikuti. Fitur ini sudah dapat digunakan di situs Twitter di web dan aplikasi Twitter untuk Android dan iOS.
Sayangnya, untuk pengguna Indonesia, fitur ini baru akan dapat digunakan dalam waktu beberapa minggu mendatang.
Keputusan Twitter untuk memberikan opsi baru ini tampaknya merupakan usaha mereka untuk menambah pengguna aktif mereka. Kemarin, Selasa (10/2/2016), Twitter mengumumkan bahwa pengguna aktif bulanan mereka masih berada di 320 juta orang. Hal ini menunjukkan bahwa pengguna Twitter tidak menunjukkan penambahan yang signifikan.
Jika ditelaah lebih lanjut, maka sebenarnya kondisi Twitter lebih gawat dari yang terlihat. Di bulan April tahun lalu, Twitter menyebutkan bahwa mereka akan mengubah cara mereka menghitung pengguna aktif bulanan.
Seperti yang disebutkan oleh Quartz, mereka juga akan mulai menghitung "SMS Fast Followers" - orang-orang yang mengakses Twitter melalui SMS - sebagai pengguna aktif.
Dan jika Fast Followers tidak dihitung sebagai pengguna aktif bulanan, maka pengguna Twitter sebenarnya justru menurun. Di kuartal 4, pengguna aktif bulanan Twitter hanya mencapai 305 juta, berkurang 2 juta dari kuartal 3.
Inilah grafik penambahan pengguna aktif bulanan Twitter.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News