Sony mengumumkan kamera mirrorless berukuran terkecil karyanya, Alpha 7C.
Sony mengumumkan kamera mirrorless berukuran terkecil karyanya, Alpha 7C.

Sony A7C, Kamera Full-Frame Ringkas

Teknologi teknologi sony
Lufthi Anggraeni • 16 September 2020 11:20
Jakarta: Sony meluncurkan Alpha 7C, juga disebut sebagai A7C, merupakan kamera mirrorless full-frame terbarunya. Fokus utama pada kamera ini terletak pada ukuran, dan Sony mengklaim bahwa Alpha 7C merupakan kamera mirrorless full-frame terkecil di pasar.
 
Untuk berbagai tujuan yang diusungnya, Sony A7C merupakan A7 III namun dalam bodi berukuran lebih kecil. Hal ini berarti kamera ini memiliki sensor Exmor R CMOS back-illuminated full-frame 35mm 24,2MP, yang didampingi oleh prosesor gambar Bionz X.
 
Sony mengklaim kamera ini didukung dynamic rage 15-stop dan sensitivitas hingga ISO 51.200 dengan gambar RAW 14-bit. Kamera ini juga mempertahankan stabilisasi gambar di bodi meski mengusung ukuran lebih kecil.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, A7C juga berbekal fitur pelacak autofokus langsung AI-driven dan pelacak AF mata langsung untuk manusia dan hewan. Fitur ini menyuguhkan transisi AF yang dapat disesuaikan dan pengaturan sensitivitas pada subyek yang berganti.
 
Kamera ini berkemampuan melakukan mode burst 10fps dengan AF atau AE. Fitur video juga serupa dengan A7 III, dengan perekaman internal 4:2:0 8-bit 30p 4k namun tanpa batasan waktu perekaman.
 
A7C juga berbekal layar 921k dot 3,0 inci dengan artikulasi penuh, namun mengusung layar sentuh terbatas dan sistem menu yang sama dengan A7 III, bukan pada A7S III.
 
Panel layar OLED EVF pada kamera ini juga hanya mengusung 2.35 juta titik. Menyoal konektivitas, A7C berbekal jack mikrofon dan headphone, micro HDMI dan USB-C untuk pengisian daya baterai dan transfer data.
 
Tersedia juga slot kartu SDXC, dan Sony turut membekali kamera ini dengan baterai NP-FZ100 yang sama dengan A7 III. Selaras dengan ukuran bodi kamera yang lebih kecil, Sony juga memperkenalkan lensa kit lepas-tukar FE 28-60mm f4-5.6 baru.
 
Lensa kit ini diklaim Sony sebagai lensa zoom full-frame paling ringan dan paling kecil. Berbeda dengan lensa berharga lebih terjangkau di pasar, lensa ini akan memungkinkan pengguna untuk memanfaatkan luasan penuh dari sensor full-frame, sembari mempertahankan ukuran keseluruhan kamera saat tidak digunakan.
 
Sony A7C akan mulai menyapa konsumen pada akhir bulan Oktober mendatang, ditawarkan seharga USD1.800 (Rp26,7 juta) dan USD2.100 (Rp31,1 juta) dengan lensa zoom FE 28-60mm F4-5.6.
 
Selain itu, kamera ini akan dipasarkan dalam dua warna yaitu hitam dan perak, dan lensa akan dijual secara terpisah pada awal tahun 2021 mendatang, seharga USD500 (Rp7,4 juta).
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif