Ericssson memprediksi tingkat adopsi jaringan 5G lebih cepat jika dibandingkan dengan LTE.
Ericssson memprediksi tingkat adopsi jaringan 5G lebih cepat jika dibandingkan dengan LTE.

Ericsson Prediksi 220 Juta Pelanggan 5G di Akhir 2020

Lufthi Anggraeni • 09 Desember 2020 11:22
Jakarta: Ericsson mengumumkan laporan terbaru bartajuk Harnessing the 5G Consumer Potential, dan memprediksi terdapat sekitar 220 juta pelanggan jaringan 5G di seluruh dunia pada akhir tahun 2020 ini. Di wilayah Asia Tenggara dan Oseania, jumlah pelanggan 5G ini diperkirakan akan melampaui 380 juta.
 
“Pada tahun 2026, kami mengestimasi ada 3,5 miliar pelanggan 5G di seluruh dunia, dan Asia Tenggara dan Oseania akan melampaui atau 32 persen dari jumlah seluruh pelanggan seluler. Tidak diragukan lagi, 5G akan menjadi teknologi yang substansial," ujar Head of Ericsson Indonesia Jerry Soper.
 
Perusahaan asal Swedia itu juga memproyeksikan cakupan jaringan 5G akan menjangkau 15 persen dari populasi penduduk dunia atau sekitar 1 miliar orang sampai akhir tahun 2020. Jerry menambahkan, saat ini terdapat lebih dari 100 penyelenggara internet atau operator seluler di seluruh dunia yang telah menggelar jaringan 5G.

Selain itu, Ericsson juga memprediksi bahwa tingkat adopsi 5G akan lebih cepat jika dibanding dengan pengadopsian jaringan LTE. Dan pada 2026, sebanyak 40 persen pengguna mobile di seluruh dunia diperkirakan Ericsson merupakan pelanggan jaringan 5G.
 
Sementara itu, juga pada tahun 2026, Ericsson memperkirakan sebesar 54 persen dari total trafik data mobile di seluruh dunia telah berjalan di atas jaringan 5G. Pasar 5G diprediksi bisa menghasilkan 31 triliun pada tahun 2030 secara global.
 
Penyedia layanan komunikasi atau Communication Service Provider (CSP) juga diperkirakan Ericsson akan menghasilkan USD3,7 triliun (Rp52.332 triliun) pada tahun 2030 mendatang. Ericsson menyebut bahwa angka ini masih berpotensi mengalami peningkatan jika penyedia layanan mampu memanfaatkan peluang di ranah layanan digital.
 
Sedangkan wilayah Asia Tenggara, India, dan Oseania diperkirakan akan menyumbang pendapatan dari pasar 5G sebesar USD297 miliar (Rp 4.200 triliun) pada tahun 2030 mendatang. Dan dari total pendapatan tersebut, layanan video dan musik HiFi akan berkontribusi sebesar USD7,5 miliar (Rp106 triliun) atau sekitar 79 persen.
 
Di pasar Indonesia, Ericsson menyebut bahwa 5G akan berperan penting dalam mengelola lalu lintas data efisien bagi penyedia layanan. Jaringan 5G juga memungkinkan mereka meningkatkan layanan digital yang telah ada maupun baru, seperti layanan siaran langsung, game mobile dan layanan smart home.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan