Zebra merilis hasil temuan dari Warehousing Vision Study terbaru, terkait manfaat dari otomatisasi operasional gudang.
Zebra merilis hasil temuan dari Warehousing Vision Study terbaru, terkait manfaat dari otomatisasi operasional gudang.

Lebih 70% Pekerja di Sektor Pergudangan Khawatir Alami Cedera di Tempat Kerja

Lufthi Anggraeni • 26 April 2025 10:35
Jakarta: Zebra merilis hasil temuan dari Warehousing Vision Study terbaru, berjudul Elevating Every Move: The Formula for High-Performance Warehousing. Studi ini menyebut pekerja garis depan menyampaikan manfaat dari otomatisasi operasional gudang.
 
“Dengan sektor transportasi dan pergudangan Indonesia yang tumbuh 8,69% pada 2024 dan diprediksi tumbuh 12,53% pada 2025, ini adalah sinyal yang jelas untuk meningkatkan solusi pergudangan, ketika pekerja menyerukan bagaimana kehidupan mereka akan lebih baik jika perusahaan dengan cermat mengintegrasikan lebih banyak solusi otomatisasi ke dalam alur kerja mereka,” ujar Country Lead Indonesia Zebra Technologies Eric Ananda. 
 
Menurut studi tersebut, 63% pemimpin perusahaan pergudangan global berencana untuk menggunakan software kecerdasan buatan (AI) dan Augmented Reality (AR) dalam lima tahun. Selain itu, 64% pemimpin yang mengikuti survei tersebut secara global dan 63% di Asia Pasifik, berencana untuk menambah anggaran untuk modernisasi gudang dalam lima tahun mendatang.

Sementara itu, 63% pemimpin di tingkat global dan 64% pemimpin di Asia Pasifik berencana untuk mempercepat batas waktu modernisasi mereka hingga paling lambat pada 2029. Dari sudut pandang industri, Interact Analysis memproyeksikan luas area pergudangan global akan meningkat 27% menjadi 42 miliar kaki persegi pada tahun 2030, dari 33 miliar kaki persegi pada tahun 2023.
 
Studi ini juga menyebut bahwa  85% dari pekerja melaporkan bahwa jika perusahaan tidak berinvestasi dalam teknologi untuk meningkatkan operasional gudang, mereka tidak akan dapat memenuhi target bisnis.
 
Sedangkan 74% dari pekerja khawatir mereka akan menghabiskan terlalu banyak waktu mengerjakan tugas yang sebenarnya bisa diotomatiskan, dan 72% dari pekerja mengkhawatirkan keselamatan di lantai gudang, dengan 70% khususnya khawatir akan mengalami cedera.
 
Sebanyak 69% dari pekerja (73% di Asia Pasifik) melaporkan tentang kurangnya staf yang memiliki kualifikasi di gudang dan mengkhawatirkan keletihan dan kelelahan fisik. Sementara itu, mempertahankan rasio pemenuhan dan menyiapkan pesanan yang diuraikan dalam service level agreements (SLAs), dengan akurasi pesanan dan proses pengiriman menjadi dua tantangan operasional teratas dalam studi Zebra ini.
 
Selain itu, meningkatnya aktivitas e-commerce juga membuat pengiriman lebih cepat ke pelanggan akhir menjadi tantangan terbesar bagi tim gudang, bahkan ketika penggunaan teknologi terus meningkat. 
 
Zebra menyebut mengotomatiskan pergerakan material, pengumpulan data, dan pengelolaan informasi adalah hasil yang saling menguntungkan bagi semua pihak. Zebra menawarkan produk seperti Zebra Dimensioning Mobile Parcel 2.0, ET60W/ET65W Rugged Enterprise Tablets, MC3400/MC3450, MC9400/MC9450 Mobile Computer, dan FXR90 RFID Readers.
 
Solusi ini didesain Zebra untuk meningkatkan efisiensi operasional, meningkatkan keselamatan, dan menyediakan integrasi mulus. Dengan membuat gudang sibuk menjadi tempat kerja lebih aman, tim dapat lebih efektif memenuhi SLA dan mempertahankan pasokan barang berkualitas stabil dan dapat diandalkan ke pasar, sehingga meningkatkan kepuasan pelanggan dan engagement para pekerja.
 
Studi Zebra ini menemukan bahwa pada wilayah Asia Pasifik, SLA yang tidak tercapai adalah beban keuangan yang sangat besar untuk 88% para pembuat keputusan (83% secara global), menegaskan kebutuhan untuk dengan cepat mengatasi masalah inefisiensi.
 
Sedangkan di wilayah Eropa, keselamatan tempat kerja tetap menjadi perhatian, di mana 73% pekerja mengkhawatirkan cedera di lantai gudang. Wilayah Amerika Latin, 70% dari pembuat keputusan berencana untuk mengubah/mengotomatisasi atau yang sudah melakukannya, mengatakan bahwa pendorong terbesar untuk melakukan otomatisasi adalah kebutuhan untuk mengurangi kesalahan.
 
Sementara itu, di wilayah Amerika Utara, 88% dari pembuat keputusan setuju bahwa mengadopsi teknologi baru sangat penting untuk tetap kompetitif dalam situasi perekonomian yang bergerak cepat dan berdasarkan permintaan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA