HMD Setop Produksi Nokia 8 Sirocco?
Absennya unit produk Nokia 8 Sirocco di situs ritel resmi Nokia menimbulkan spekulasi HMD Global diam-diam menghentikan produksinya.
Jakarta: Nokia 8 Sirocco diluncurkan dengan banderol harga EUR750 (Rp13 juta). Di sejumlah negara, termasuk Prancis, harga ini turun menjadi EUR520 (Rp9 juta). Kini, perangkat tersebut juga dikabarkan mengalami penurunan harga jual di pasar Inggris, menjadi GBP440 (Rp8,7 juta).

Namun, apabila saat ini konsumen menekan tombol "Buy now" di situs Nokia regional, konsumen akan diarahkan kembali ke halaman Home. Selain itu, harga yang ditampilkan pada situs resmi Nokia itu berbeda jika dibandingkan dengan harga penawaran peritel.

Lain halnya dengan apa yang terjadi di India, lapor GSM Arena. Harga Nokia 8 Sirocco yang ditampilkan situs resmi Nokia lebih rendah dari situs e-commerce lain, yaitu hanya INR37.000 (Rp7,6 juta). Sebagai perbandingan, Nokia 8 Sirocco ditawarkan dengan harga INR50.000 (Rp10,3 juta) di Flipkart, situs e-commerce India. 


Sementara jika pengguna menekan tombol beli pada situs resmi untuk India, konsumen tidak akan diarahkan ke halaman Home, melainkan akan dibawa ke halaman yang menampilkan kalimat bertuliskan "Currently not available" (produk tidak tersedia). Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa HMD Global telah menghentikan produk Nokia 8 Sirocco.

Selain itu, spekulasi lain yang berkembang di internet menyebut bahwa penghentian produksi Nokia 8 Sirocco ini ditujukan guna memberikan ruang untuk memproduksi Nokia 8.1. Menurut informasi dari Geekbench yang beredar, ponsel cerdas ini akan menggunakan chipset Snapdragon 710.

Hal ini disayangkan berbagai pihak, sebab chipset tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan Nokia 8 Sirocco ataupun Nokia 8 yang menggunakan chipset Snapdragon 835. Sementara itu, spekulasi lain menyebut bahwa Nokia menghentikan produksi Nokia 8 Sirocco dengan tujuan untuk menjadikan Nokia 9 dan versi baru Pureview sebagai ponsel unggulan Nokia.



(ELL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.