Ilustrasi: F5
Ilustrasi: F5

F5 Perkuat Platform Pengiriman dan Keamanan Aplikasi via API Discovery

Mohamad Mamduh • 27 Januari 2026 14:11
Jakarta: F5 baru-baru ini mengumumkan peningkatan pada Platform Pengiriman dan Keamanan Aplikasi F5 (F5 Application Delivery and Security Platform - ADSP). Pembaruan terbaru ini, yang diluncurkan di Jakarta, Indonesia, berfokus pada penguatan kapabilitas API discovery, peningkatan deteksi ancaman, serta optimalisasi konektivitas jaringan.
 
Peningkatan kemampuan ini dihadirkan dalam rilis terbaru F5 Distributed Cloud Services versi 7.0, yang secara khusus ditujukan untuk memperkuat visibilitas serta memberikan kontrol yang lebih besar dalam melindungi API.
 
Kunal Anand, Chief Product Officer F5, menekankan bahwa API telah menjadi penggerak setiap koneksi antara aplikasi, pengguna, dan data. Dengan kemampuan baru ini, F5 bertujuan memberikan visibilitas dan kontrol API yang terpadu bagi organisasi, terlepas dari apakah infrastruktur mereka didukung oleh F5 BIG-IP, F5 NGINX, maupun Distributed Cloud Services, termasuk di lingkungan yang terproteksi (air-gapped).

F5 menyederhanakan kompleksitas dengan memberikan kontrol instan kepada tim atas bot defense, operasi cloud-native, dan konektivitas jaringan, semuanya terintegrasi dalam satu platform, yang memungkinkan perusahaan untuk berinovasi lebih cepat, bertahan dengan lebih cerdas, dan melakukan pengembangan di mana saja.
 
Peningkatan utama pada F5 ADSP mencakup perluasan discovery dan visibilitas API, yang kini menawarkan opsi yang lebih luas dan fleksibel. Hal ini membantu pelanggan memvisualisasikan endpoint tersembunyi, alur data sensitif, dan kontrol yang tidak konsisten, tanpa perlu merombak arsitektur aplikasi.
 
API discovery untuk BIG-IP telah tersedia secara umum, sementara opsi untuk NGINX dan proxy/gateway tambahan, termasuk NGINX OSS, Kong, dan Apigee, tersedia dalam akses awal. Selain itu, discovery API lokal juga tersedia dalam early access sebagai opsi air-gapped bagi industri yang diatur ketat atau memiliki persyaratan kedaulatan data.
 
Di sisi keamanan, terdapat peningkatan pengujian API dan deteksi ancaman. Rilis ini memperluas cakupan pengujian untuk menangani lebih banyak kerentanan yang tercantum dalam OWASP API Top 10.
 
Pembaruan ini menghadirkan kemampuan deteksi baru dan yang ditingkatkan pada kategori ancaman utama, seperti API1 – Broken Object Level Authorization (BOLA), API2 – Broken Authentication, API3 – Broken Object Property Level Authorization (BOPLA), dan API5 – Broken Function Level Authorization.
 
Lebih lanjut, F5 memperkuat Kemampuan Distributed Cloud Bot Defense melalui integrasi yang lebih kuat dengan layanan terkelola F5, sekaligus memperluas kemampuan self-service melalui routing native di konsol untuk menyederhanakan proses onboarding dan penyiapan.
 
Pelanggan juga diberikan kontrol yang lebih besar atas kebijakan deteksi bot serta kemampuan untuk menyesuaikan strategi pertahanan mereka dengan lanskap ancaman yang dihadapi, didukung oleh peningkatan proses investigasi yang lebih efektif.
 
Terakhir, terdapat peningkatan operasional untuk lingkungan cloud-native dengan kerangka kerja service discovery yang dimodernisasi untuk Kubernetes dan Consul, yang memungkinkan isolasi antar-namespace yang lebih baik dan penerapan role-based access control (RBAC) native yang kuat.
 
Sementara itu, peningkatan jaringan tingkat lanjut melalui F5 Distributed Cloud Network Connect menghadirkan routing intelligence yang lebih luas dan integrasi ekosistem yang lebih mulus, termasuk dukungan konektor eksternal dan kebijakan routing BGP, yang mempercepat troubleshooting dan meningkatkan kepastian operasional.
 
Peningkatan-peningkatan ini menjadikan rilis ini sebagai langkah maju yang penting, memperkuat posisi Distributed Cloud Services dalam F5 ADSP dan mendukung strategi platform perusahaan secara keseluruhan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan