Dengan penetrasi smartphone yang akan mencapai 53 persen pada tahun 2017, Indonesia merupakan pasar terpenting bagi Carousell dan ekspansi ini adalah prioritas utamanya. Orang-orang Indonesia tidak hanya digitally savvy, mereka kini juga telah beralih ke ponsel untuk melakukan jual beli secara online.
“Kami membuat Carousell agar setiap orang dapat melakukan jual beli online dengan lebih mudah. Jika kamu tahu bagaimana caranya mengambil foto atau mengirim sms menggunakan smartphone, maka kamu juga tahu bagaimana berjual beli di Carousell,” ujar Quek Siu Rui salah satu dari tiga pendiri Carousell.
Diluncurkan pada tahun 2012, Carousell telah menduduki peringkat Lifestyle app No. 1 di App Store selama 11 bulan berturut-turut secara organik, dan Shopping app No. 1 sejak Juni 2014 di Singapura. Komunitas Carousell telah menghasilkan lebih dari 8 juta barang baru dan preloved yang dijual dari kategori fashion dan kecantikan, sampai ke furnitur dan perlengkapan bayi dan anak.
Kini, lebih dari 2 juta barang telah terjual di Carousell, dengan rata-rata 8 transaksi pada setiap menit. Rata-rata pengguna Carousell menghabiskan kurang lebih 21 menit per hari browsing di aplikasi marketplace, setara dengan kegiatan yang dilakukan oleh pengguna Instagram.
Pada bulan November 2014, Carousell mengumumkan bahwa sampai saat ini, mereka telah menerima lebih dari USD6.8 juta investasi dari investor berkelas dunia, seperti Rakutan Ventures dan Sequoia Capital yang telah mendukung perusahaan-perusahaan seperti Google, Apple, dan WhatsApp.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News