Ilustrasi WhatsApp (getty images)
Ilustrasi WhatsApp (getty images)

Kebijakan Baru WhatsApp Berbahaya? Simak Dulu Penjelasan Pakar Ini

Teknologi media sosial facebook whatsapp
Adri Prima • 12 Januari 2021 14:37
Jakarta: Kebijakan terbaru WhatsApp yang akan mulai membagikan data penggunanya untuk diolah bersama Facebook yang masih satu grup di bawah Facebook Inc menjadi perbincangan hangat di tanah air beberapa hari terakhir. Banyak netizen yang menganggap aplikasi Whatsapp sudah tidak aman untuk digunakan. Selain itu, ada pula imbauan untuk beralih ke aplikasi sejenis lainnya seperti Signal dan Telegram.
 
Pakar Telamatika, Abimanyu Wahjoehidajat, ikut berkomentar soal polemik data Whatsapp yang akan diolah bersama Facebook ini. Menurut Abimanyu, masyarakat tidak perlu membesar-besarkan isu tersebut karena tidak ada yang berbahaya dari kebijakan Whatsapp-Facebook.
 
"Jangan melihat isu ini sebagai seuatu yang besar. Soal data kita diambil sama Facebook dan itu bahaya. Itu hal kecil yang digede-gedein. Bukan saya membela Whatsapp, bahwa saat Anda apply pertama kali menggunakan semuanya itu pilih yes, yes, sampai term in conditions, itu berarti kita mengikuti semua aturan yang ada," kata Abimanyu dikutip dari channel Youtube Abimanyu Wahjoehidajat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Begitu pun dengan Facebook kita semua agree dengan semua policy dan term in conidition di sana. Apakah kita baca semua isinya? Nggak. Padahal, kalau kita baca itu isinya ada soal mereka akan memanfaatkan data kita untuk kepentingan mereka. Memanfaatkan ya, bukan menyalahgunakan," lanjut dia. 
 
Hal lain yang membuat Abimanyu tidak curiga dengan Whatsapp dan Facebook karena keduanya sama saja dengan platform media sosial lain yang membutuhkan data-data dan jumlah angka pengguna. Hal itu dilakukan hanya untuk kepentingan pengembangan bisnis dan layanan seperti analisis, tren dan eCommerce
 
"WA (Whatsapp) dan FB (Facebook) itu sama saja dengan sosial media lainnya, mereka sangat membutuhkan data pengguna yang banyak karena kali pengguna sedikit saham akan goyang, dan lain-lain. Itu makanya kita diberikan layanan-layanan yang bagus," terangnya. 

Menkominfo minta penjelasan Whastapp soal kebijakan baru

Pihak Kementerian Komunikasi dan informatika (Kominfo) menaruh perhatian serius dan melakukan pertemuan dengan perwakilan WhatsApp atau Facebook untuk kawasan Asia Pasifik untuk membahasnya.
 
"Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin menyadari pentingnya pelindungan data pribadi dalam penggunaan aplikasi informatika," tutur Menkominfo Johnny G Plate usai melakukan pertemuan kemarin, Senin, 11 Januari 2021.
 
"Hari ini, Senin, 11 Januari 2021. Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, Kementerian Kominfo menekankan agar WhatsApp/Facebook serta pihak-pihak terkait melakukan beberapa hal," ujar Menkominfo Johnny.
 
Pertama, pihak Kominfo meminta platform yaitu WhatsApp dan Facebook untuk memberikan jawaban dan penjelasan kepada masyarakat Indonesia meliputi beberapa poin.
 
Poin-poin yang diajukan Menkominfo Johnny adalah soal tujuan dan dasar kepentingan pemrosesan data pribadi, mekanisme, dan hak pengguna untuk menarik persetujuan yang diberikan, serta hal-hal lain yang menjadi perhatian publik.
 
"Disampaikan secara lengkap, transparan, jelas, mudah dipahami dan dapat diakses oleh publik terkait pembaruan kebijakan privasi Whatsapp, khususnya terkait kekhawatiran masyarakat tadi," tegas Menkominfo Johnny.
 
Selanjutkan, permintaan kedua dari Menkominfo Johnny kepada WhatsApp dan Facebook adalah meningkatkan kepatuhan terhadap ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan terkait perlindungan data pribadi di Indonesia.
 
(ACF)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif