“Bosnet NGE memungkinkan proses distribusi logistik terintegrasi dengan biaya yang lebih terjangkau dan transparan, serta dapat memberdayakan para pelaku industri FMCG untuk dapat menjalankan bisnis secara lebih efektif dan efisien,” ujar Founder Bosnet Ari Royce Hidayat.
Ari menambahkan bahwa selama lima tahun terakhir, saluran pemesanan online di ranah FMCG mengalami perkembangan pesat, menyebabkan pihak yang tidak mengadopsinya tertinggal. Namun di saat bersamaan, lanjut Ari, industri FMCG menghadapi tantangan besar dari sisi logistik.
Tantangan tersebut berupa peningkatan biaya untuk memenuhi pesanan online menjadi empat hingga enam kali lipat. Bosnet menilai satu-satunya solusi guna menjawab tantangan ini adalah dengan menciptakan platform sharing distribution.
Platform ini memungkinkan principal FMCG untuk menggandakan pesanan dengan biaya separuh lebih rendah, serta memperluas cakupan area logistik dengan satu klik. Hal ini, jelas Ari, menjadi alasan Bosnet NGE diciptakan.
Sebagai informasi, Bosnet menciptakan layanan Sharing Logistic untuk prinsipal FMCG, memungkinkan terhubungnya keseluruhan proses logistik dan distribusi, dari pemesanan, pembayaran non-tunai, hingga kemampuan untuk membayar di kemudian hari atau paylater.
Bosnet mengungkap bahwa sejak diperkenalkan pada tahun 2012 lalu, Bosnet NGE telah digunakan oleh lebih dari 30 principal FMCG dengan lebih dari 1.200 distributor dan grosir di Tanah Air, dengan nilai transaksi mencapai Rp100 triliun.
Prinsipal FMCG pengguna platform Bosnet tersebut meliputi perusahaan nasional dan multinasional, dari industri makanan, minuman, dan kesehatan. Via Bosnet NGE, Bosnet menjanjikan transparansi biaya berdasarkan yang terjadi di platformnya/
Bosnet turut menjelaskan bahwa platform ini mengusung metode software as a service (SaaS), menghadirkan kemudahan penggunaan bagi pengguna tanpa perlu mengkhawatirkan infrastruktur server pendukung.
CEO PT BOSNET Distribution Indonesia Dicky Anfiadi menambahkan, BOSNET menindaklanjuti kolaborasi antara Telkom dan Microsoft dengan teknologi Microsoft yang dapat mendukung ekosistem industri FMCG melalui platform BOSNET NGE.
Prinsipal FMCG di platform tersebut, lanjut Dicky, akan mendapatkan manfaat untuk channel pemasaran yang baru, dapat membidik market yang tepat dan jelas, serta memenuhi kebutuhan pelanggan online order dengan biaya logistik yang paling kompetitif.
Dari sisi teknologi, platform BOSNET NGE menggunakan Microsoft Azure sebagai infrastruktur utama. Dengan begitu, solusi ini dapat melakukan auto scale, atau mengikuti dinamika kondisi industri FMCG dengan deployment yang mudah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News