Aplikasi Anyar Synology Sulap Ponsel Jadi Kamera Pengawas

Cahyandaru Kuncorojati 23 November 2018 13:34 WIB
hardwaresynology
Aplikasi Anyar Synology Sulap Ponsel Jadi Kamera Pengawas
Aplikasi Synology LiveCam.
Jakarta: Untuk mendukung sistem surveilans atau pengawasan yang terhubung dengan NAS (network attasched storage) Synology Disk Station Manager maka perusahan ini baru saja merilis aplikasi surveilans terbaru yaitu Surveillance Station 8.2.

Pada update Surveillance Station 8.2 kini dihadirkan aplikasi bernama LiveCam yang menghadirkan fungsi kamera pengawas atau IP camera lewat smartphone.

Jadi penggunanya bisa melakukan pengawasan pada titik yang tidak terpantau kamera pengawas menggunakan kamera ponsel pintar.


"Dengan kombinasi LiveCam pada iOS dan DS cam terbaru, Surveillance Station kami telah masuk ke era mobile yang mengubah sebuah ponsel pintar menjadi kamera keamanan," ungkap Manager Product Synology Inc. Ivan Chang.

Proses penyimpanan video juga masih akan terintegrasi dengan NAS Synology dan software Surveillance Station 8.2 di DiskStation Synology dan bisa diakses lewat aplikasi DS Cam di DiskStation Manager. Jadi memori internal smartphone yang digunakan tidak akan terhabiskan untuk menyimpan video.

Saat koneksi internet terputus, video sementara akan tersimpan di smartphone yang digunakan dan saat tersambung internet kembali video akan langsung terunggah ke NAS yang terhubung.

Aplikasi LiveCam juga menyediakan fitur Smart Time Lapse, yaitu mempercepat video berdurasi panjang dan membuatnya lebih singkat menjadi durasi beberapa menit atau detik sehingga memudahkan proses pengasawan momen tertentu yang terekam kamera.

Aplikasi LiveCam ini juga tidak hanya mengubah smartphone sebagai IP Cam, tapi juga memiliki fitur IP Speaker yang bisa digunakan untuk menyampaikan siaran berbasis video atau rekaman yang dijadwalkan. 



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.