Pemerintah Indonesia masih mempersiapkan ekosistem secara menyeluruh untuk menyambut 5G.
Pemerintah Indonesia masih mempersiapkan ekosistem secara menyeluruh untuk menyambut 5G.

100 Hari Jokowi-Maruf

Indonesia Masih Persiapkan Diri Sambut 5G

Teknologi kominfo teknologi telekomunikasi 100 Hari Jokowi-Maruf
Lufthi Anggraeni • 31 Januari 2020 13:40
Jakarta: Kemunculan jaringan terbaru yang digadang sebagai yang tercepat mulai terdengar sejak beberapa tahun lalu. Jaringan ini disebut sebagai jaringan masa depan, sebab diklaim akan memungkinkan mesin saling berkomunikasi dan melakukan pekerjaan tanpa jeda.
 
Qualcomm menyatakan bahwa tahun 2020 menjadi tahun fasilitas jaringan 5G marak digunakan di seluruh dunia. Bahkan saat ini, sejumlah operator telah bersiap menyambut kehadiran jaringan ini, meski hingga saat ini, regulasi menyoal 5G masih belum sepenuhnya rampung.
 
Menanggapi hal ini, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate menyebut pemerintah diwakili oleh kementerian yang dipimpinnya tengah mempersiapkan ekosistem secara menyeluruh guna mendukung penerapan 5G.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Indonesia sedang mempersiapkan dan mengkoordinasikan ekosistem dalam rangka implementasi 5G di Indonesia, mulai hulu hingga hilir. Saat ini masih banyak hal yang harus dipersiapkan untuk menerapkan teknologi ini,” ujar Johnny.
 
Johnny menyebut Indonesia masih harus mempersiapkan sejumlah hal secara matang termasuk kesiapan alokasi frekuensi spektrum, infrastruktur dan dan kesiapan industri domestik, ekonomi dan komersial maupun secara khusus keamanan dan geostrategis.
 
Belum siapnya sejumlah faktor pendukung, termasuk frekuensi yang akan dialokasikan untuk jaringan ini, menjadi salah satu hal yang menghambat penerapan jaringan 5G di Indonesia. Padahal, jaringan dengan latensi rendah ini diklaim akan membuka peluang untuk mendukung proses digitalisasi, sehingga akan mampu membantu ekonomi negara.
 
Selain itu, sejumlah negara telah mulai memberlakukan jaringan ini secara komersial, termasuk Korea Selatan, Amerika Serikat, Australia, dan Tiongkok. Sejumlah negara lain telah mendeklarasikan kesiapannya untuk merilis jaringan ini secara komersial, paling lambat pada tahun 2022.
 
Meskipun demikian, hal ini tidak mematahkan semangat operator seluler di Indonesia. Hampir seluruh operator seluler di Indonesia telah mulai melakukan pengujian pemanfaatan jaringan 5G ini, meski baru sebatas skenario pemanfaatan di industri manufaktur.
 
Salah satunya adalah Smartfren yang telah menguji coba jaringan ini pada bulan Agustus 2019 lalu, dalam skenario pemanfaatan di ranah industri manufaktur di Marunda, Jakarta Utara. Dalam pengujian tersebut, Smartfren mengklaim kecepatan jaringan 5G yang disiapkannya berhasil menembus kecepatan 8,7 Gbps di spektrum frekuensi 28GHz.
 
Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyebut pada akhir November 2019 lalu, pihaknya telah sukses melakukan uji coba 5G untuk sektor Industri di Batam.
 
Pengujian yang didukung oleh Kominfo dan Ericsson ini dilakukan pada sejumlah skenario penggunaan seperti 5G Call, Smart Air Patrol dengan menggunakan drone, Immersive Collaboration, Seamless Gaming serta Smart Surveillance.
 
Dalam ajang World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Menkominfo Johnny menyatakan bahwa Indonesia berpeluang besar dan sedang bersiap untuk menjadi digital hub kawasan Asia. Dia menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur sangat dibutuhkan untuk mencapai target ini.
 
"Salah satu kunci untuk menjadi terdepan di era digital adalah kesiapan infrastruktur, diantaranya dengan penguatan konektivitas melalui teknologi 5G," tutur Menkominfo Johnny.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif