Dalam wawancara di kantor pusat Logitech di Swiss, Product Manager Logitech G Pro Series Chris Pate mengatakan perusahaan tetap melihat AI sebagai teknologi penting, tetapi implementasinya harus tepat sasaran.
“Logitech sebagai perusahaan sangat memperhatikan bagaimana AI dapat digunakan dan diintegrasikan, baik dalam pengembangan produk maupun di dalam produk itu sendiri,” ujar Pate dikutip dari wawancara dengan situs Tom’s Guide.
Meski terbuka terhadap AI, Logitech G menekankan bahwa integrasi teknologi tersebut tidak boleh mengganggu integritas kompetitif dalam esports.
“Kami tidak akan pernah melakukannya dengan cara yang dapat merusak integritas kompetitif. Kami tidak akan membuat perangkat AI yang memainkan game untuk Anda. Itu jelas di luar batas penggunaan teknologi tersebut untuk lini Pro kami,” jelasnya.
Pernyataan ini muncul di tengah gelombang perangkat “AI-powered” yang semakin banyak diperkenalkan, termasuk di ajang CES 2026. Logitech G memilih pendekatan berbeda dengan menempatkan AI sebagai alat pendukung, bukan fitur utama yang mengambil alih fungsi pengguna.
Sebagai contoh, pengembangan mouse gaming Pro X2 Superstrike dilakukan dengan melibatkan 40 pemain profesional dan non-profesional, serta mengumpulkan 2,22 terabyte data penggunaan secara real-time.
Pendekatan ini digunakan untuk memastikan perangkat benar-benar dirancang berdasarkan kebutuhan pemain esports. Menurut Logitech G, AI tetap memiliki potensi besar jika digunakan untuk meningkatkan kualitas pengalaman pengguna tanpa mempengaruhi gameplay.
Salah satu contoh yang disebut adalah teknologi pemrosesan audio berbasis GPU seperti Nvidia Broadcast, yang mampu meningkatkan kualitas mikrofon dan meredam noise secara signifikan.
Pate menegaskan bahwa penggunaan AI harus memiliki tujuan yang jelas dan memberikan manfaat nyata pada produk.
“Yang paling penting, AI harus membuat produk menjadi lebih baik. Dan peningkatan itu tidak boleh mengorbankan integritas kompetitif,” katanya.
Dengan pendekatan tersebut, Logitech G melihat AI sebagai teknologi pendukung inovasi perangkat gaming, bukan pengganti kemampuan pemain. Prinsip ini dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan fair play dalam industri esports.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News