Apple memperkenalkan Xcode 26.3 dengan agentic coding, integrasi agen AI seperti Claude dan Codex untuk mempercepat pengembangan aplikasi di platform Apple.
Apple memperkenalkan Xcode 26.3 dengan agentic coding, integrasi agen AI seperti Claude dan Codex untuk mempercepat pengembangan aplikasi di platform Apple.

Xcode 26.3 dengan Agentic Coding, Bawa Agen AI ke Pengembangan Aplikasi

Lufthi Anggraeni • 04 Februari 2026 16:29
Ringkasnya gini..
  • Apple meluncurkan Xcode 26.3 dengan dukungan agentic coding memungkinkan agen AI seperti Claude dan Codex bekerja langsung dalam IDE.
  • Agen AI dapat menangani tugas kompleks, dari mengelola struktur proyek hingga melakukan pemeriksaan dan pembaruan kode.
  • Xcode 26.3 tersedia sebagai release candidate untuk pengembang dan akan segera hadir secara publik di App Store.
Jakarta: Apple resmi memperkenalkan pembaruan besar untuk alat pengembangan aplikasi mereka, Xcode 26.3, menghadirkan agentic coding langsung ke dalam integrated development environment (IDE) yang digunakan ribuan pengembang di seluruh dunia.
 
Dengan fitur baru ini, pengembang kini dapat memanfaatkan agen kecerdasan buatan secara langsung untuk menangani tugas-tugas kompleks dalam proses pembuatan aplikasi, mempercepat alur kerja, dan mendorong inovasi di platform Apple.
 
Xcode selama ini menjadi pusat pengembangan untuk berbagai sistem operasi Apple, mulai dari iOS, macOS, watchOS, hingga visionOS. Versi 26 diperkenalkan sebelumnya dengan serangkaian fitur kecerdasan buatan yang membantu penulisan dan pengeditan kode Swift.

Kini, Xcode 26.3 memperluas kemampuan tersebut dengan mengintegrasikan agen AI yang dapat mengambil tindakan langsung terhadap proyek, bukan hanya memberikan saran. Fitur terpenting dalam pembaruan ini adalah dukungan terhadap agentic coding, pendekatan baru dalam pengembangan memungkinkan agen AI seperti Anthropic’s Claude Agent dan OpenAI’s Codex untuk bekerja lebih otonom dalam lingkungan Xcode.
 
Alih-alih sekadar memberikan rekomendasi kode, agen dapat menangani langkah nyata dalam pengembangan aplikasi, dari menganalisis struktur proyek, menelusuri dokumentasi, hingga melakukan pembaruan pengaturan dan pemeriksaan hasil kerja.
 
Dengan akses lebih dalam terhadap kemampuan internal Xcode, Apple menjelaskan bahwa agen AI mampu berkolaborasi sepanjang siklus pengembangan, membantu pengembang memecah tugas besar menjadi langkah-langkah terkelola, menyarankan solusi alternatif, serta memberikan umpan balik melalui Xcode Previews untuk visualisasi hasil langsung.
 
Hal ini dapat signifikan mempercepat iterasi dan pengujian, sekaligus mengurangi beban pekerjaan manual. Dalam keterangannya, Wakil Presiden Worldwide Developer Relations Apple Susan Prescott menekankan komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan alat unggulan yang memberdayakan para pengembang di seluruh dunia.
 
Menurut Prescott, agentic coding akan mendukung produktivitas dan kreativitas, memungkinkan pengembang fokus pada inovasi ide daripada terjebak pada tugas teknis rutin. Pembaruan ini juga mendukung Model Context Protocol (MCP), standar terbuka yang memberi fleksibilitas kepada pengembang untuk menggunakan berbagai agen AI atau alat lain yang kompatibel dengan Xcode.
 
Dengan kemitraan ini, Apple membuka pintu bagi ekosistem alat lebih luas, sekaligus menjaga interoperabilitas di antara berbagai model kecerdasan buatan yang berkembang. Xcode 26.3 sekarang tersedia sebagai release candidate bagi semua anggota Apple Developer Program.
 
Apple berencana untuk segera merilis versi penuh dengan fitur lengkap melalui App Store. Pembaruan ini diharapkan akan segera diadopsi oleh komunitas pengembang Apple karena pendekatan baru dalam menggabungkan kecerdasan buatan langsung ke dalam alur kerja pengembangan aplikasi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA