Ilustrasi. (AFP/GETTY IMAGES)
Ilustrasi. (AFP/GETTY IMAGES)

Google Tebang 400.000 Pohon untuk Pusat Data di Finlandia, Proyek Dihentikan Sementara

Cahyandaru Kuncorojati • 25 Oktober 2026 10:01
Ringkasnya gini..
  • Google menghadapi penghentian sementara proyek pusat data di Muhos dan Otanmäki, Finlandia, setelah sekitar 400.000 pohon ditebang.
  • Otoritas Finlandia menghentikan sementara pekerjaan karena penebangan dilakukan sebelum penilaian dampak lingkungan yang diwajibkan diselesaikan.
  • Proyek pusat data Google senilai 13 miliar Euro memicu perdebatan mengenai kerusakan lingkungan, manfaat ekonomi lokal, dan regulasi infrastruktur AI.
Jakarta: Ekspansi infrastruktur kecerdasan buatan (AI) Google di Finlandia menuai kritik setelah sekitar 400.000 pohon ditebang di dua lokasi yang disiapkan untuk pembangunan pusat data.

Otoritas Finlandia memerintahkan penghentian sementara pekerjaan di kedua lokasi karena penebangan dilakukan sebelum penilaian dampak lingkungan yang diwajibkan diselesaikan.

Dikutip dari laporan The Guardian, kasus ini mencuat ketika kebutuhan pusat data terus meningkat untuk menopang perkembangan AI. Finlandia menjadi salah satu tujuan perusahaan teknologi karena iklimnya yang sejuk, ketersediaan lahan, serta kondisi geografis dan geopolitik yang relatif stabil.

Namun, pembangunan infrastruktur berskala besar tersebut kini memunculkan pertanyaan tentang keseimbangan antara investasi teknologi dan perlindungan lingkungan.
 

Dua Lokasi Pusat Data Google Dihentikan Sementara

Dua lokasi yang terdampak berada di Muhos dan Otanmäki, Finlandia. Di Muhos, sekitar 250.000 pohon telah ditebang dari kawasan hutan seluas 330 hektare. Sementara itu, pakar lingkungan Mari Annala memperkirakan sekitar 150.000 pohon lainnya ditebang di Otanmäki.

Penebangan dilakukan sebelum penilaian dampak lingkungan yang diperlukan diselesaikan. Pada Oktober 2026, Finnish Licensing and Supervision Authority (LVV) memerintahkan penghentian sementara pekerjaan di kedua lokasi tersebut.
 
Google menyatakan telah menghentikan pekerjaan persiapan setelah menerima surat dari LVV pada 6 Oktober dan telah menyampaikan tanggapan resmi kepada otoritas tersebut.

Perusahaan juga menyampaikan permintaan maaf atas pembukaan hutan itu. Manajer Google untuk Finlandia, Antti Järvinen, mengatakan perusahaan bertindak berdasarkan pemahaman mereka terhadap aturan yang berlaku saat itu.

Meski demikian, penebangan dalam skala besar tersebut memicu kritik dari kelompok konservasi dan masyarakat setempat. Persoalannya bukan hanya luas hutan yang hilang, tetapi juga dugaan dampak terhadap ekosistem di sekitar lokasi pembangunan.
 

Warga Khawatir terhadap Kualitas Air dan Habitat Satwa

Dampak pembangunan turut dirasakan masyarakat sekitar. Di Muhos, warga melaporkan air berwarna cokelat mengalir dari area proyek menuju aliran sungai yang terhubung dengan Sungai Oulujoki. Pentti Korhonen, salah seorang warga, mengatakan perubahan warna air terlihat setelah hutan dibuka.

Di Otanmäki, hilangnya habitat hutan juga dikaitkan dengan perpindahan satwa liar. Anni Ranta mengatakan serigala yang sebelumnya hidup di kawasan hutan mulai masuk ke desa setelah habitatnya terganggu. Ia juga mengkhawatirkan kebisingan dari aktivitas pembangunan.

Google menyatakan sedang berupaya melindungi kualitas air di lokasi Muhos. Perusahaan juga berencana menanam pohon di area seluas 130 hektar. Namun, kelompok konservasi menilai rencana tersebut belum sebanding dengan kerusakan akibat penebangan.
 

Manfaat Investasi AI bagi Warga Dipertanyakan

Proyek di Muhos dan Otanmäki merupakan bagian dari investasi infrastruktur AI Google senilai 13 miliar Euro. Pemerintah Finlandia sebelumnya menyambut investasi tersebut sebagai peluang ekonomi, dengan harapan proyek dapat membuka lapangan kerja dan menambah penerimaan pajak daerah.
 
Namun, Jussi Kangasharju, Kepala Departemen Ilmu Komputer di University of Helsinki, mempertanyakan besarnya manfaat yang akan diterima Finlandia. Menurutnya, pusat data memang dapat menyediakan sejumlah pekerjaan, tetapi layanan yang dijalankan terutama melayani perusahaan dan pelanggan internasional.

Kritik juga muncul terkait penggunaan energi terbarukan Finlandia untuk mendukung perusahaan global serta potensi dampaknya terhadap biaya energi rumah tangga. Lebih dari 93.000 orang telah menandatangani petisi yang menuntut regulasi pusat data lebih ketat dan pungutan untuk mengompensasi kerusakan lingkungan yang dialami masyarakat lokal.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA