Pernyataan tersebut disampaikan Altman dalam wawancara eksklusif dengan Decoded by POLITICO. Ia sekaligus menegaskan adanya perbedaan pandangan antara OpenAI dan Anthropic mengenai seberapa ketat AI seharusnya diatur.
“Saya pikir ada perbedaan yang cukup jauh,” kata Altman ketika ditanya mengenai perbedaan OpenAI dengan Anthropic dan CEO-nya, Dario Amodei
Altman kemudian menjelaskan posisi OpenAI yang menurutnya masih mengedepankan akses luas terhadap teknologi AI. Ia mengatakan dunia harus menerima adanya sebagian risiko apabila ingin mendapatkan manfaat yang lebih besar dari teknologi tersebut.
“Kami percaya dunia harus menerima beberapa hal buruk terjadi demi manfaat teknologi ini dan agar masyarakat memiliki kendali untuk menggunakannya,” ujar Altman.
OpenAI dan Anthropic Mulai Mendekat
Perbedaan pendekatan antara OpenAI dan Anthropic sebenarnya mulai mengecil dalam beberapa bulan terakhir. OpenAI sebelumnya dikenal mengambil pendekatan regulasi yang lebih longgar, tetapi perusahaan kini mendukung sejumlah langkah keselamatan AI yang lebih ketat.Altman bahkan menyetujui seruan Amodei untuk memperlambat pengembangan model AI paling canggih. OpenAI juga mengikuti Anthropic dalam mendukung sejumlah undang-undang negara bagian AS yang menetapkan persyaratan keamanan lebih ketat.
Selain itu, pelobi OpenAI baru-baru ini mendukung proposal bipartisan di DPR AS yang mengharuskan perusahaan AI terkemuka melibatkan evaluator keselamatan eksternal.
Meski terdapat titik temu tersebut, Altman tetap berusaha membedakan filosofi regulasi OpenAI dari Anthropic. Salah satu persoalan yang disinggungnya adalah kekhawatiran mengenai regulatory capture, yakni kondisi ketika regulasi justru memperkuat posisi pemain tertentu dalam industri.
Altman memahami argumen bahwa teknologi AI yang semakin kuat dan berbahaya sebaiknya hanya berada di tangan satu laboratorium yang dipercaya untuk mengendalikan risikonya. Namun, ia menilai pendekatan semacam itu memiliki konsekuensi yang tidak dapat diterima.
Altman Tak Ingin AI Dikunci demi Keamanan
Menurut Altman, OpenAI tidak ingin membuat pertukaran sederhana antara keamanan absolut dan akses terhadap manfaat AI.“Saya tidak akan mengambil kesepakatan yang mengatakan, ‘Kami akan memastikan tidak ada peretasan besar, tidak ada penyalahgunaan teknologi ini, tidak ada penipuan, dan tidak ada hal buruk lainnya yang akan terjadi,’” kata Altman.
Ia beralasan bahwa potensi manfaat AI tetap jauh lebih besar. “Karena saya pikir orang-orang akan melakukan jauh lebih banyak hal baik, bahkan beberapa kali lipat dibandingkan hal buruk dengan teknologi ini,” ujarnya.
Pandangan tersebut menunjukkan dilema yang semakin penting dalam pengembangan AI. Regulasi yang terlalu longgar dapat membuka ruang bagi penyalahgunaan, sementara pembatasan yang terlalu ketat berpotensi mengurangi akses publik terhadap teknologi yang manfaatnya juga semakin luas.
Namun, Altman memberikan satu batas yang menurutnya tidak dapat ditawar. Ia mengatakan tidak menerima risiko yang benar-benar katastrofik, termasuk kemungkinan AI kehilangan kendali secara serius.
Anthropic Beri Penjelasan
Anthropic merespons pernyataan tersebut dengan menegaskan bahwa proposal regulasinya hanya ditujukan untuk frontier models, atau model AI paling maju.Perusahaan juga merujuk pada pernyataan Amodei sebelumnya terkait tudingan bahwa regulasi yang didukung Anthropic dapat memperkuat posisi perusahaan besar.
“Kami selalu menyusun proposal kebijakan dengan sangat hati-hati,” kata Amodei. Ia mengatakan Anthropic berupaya membuat kebijakan yang memperlambat pe