Situs Jobstreet Indonesia mengklaim bahwa lebih dari 50 persen pekerja saat ini berharap sistem kerja hybrid akan tetap bertahan bahkan setelah masa pandemi berakhir. Tanpa adanya teknologi, keberlanjutan bisnis selama masa pandemi akan sangat sulit dilakukan bagi sebagian perusahaan.
Setelah menjaga karyawan dapat tetap beroperasi dengan pengaturan ad-hoc, tim IT kini telah mengubah fokus mereka dan meninjau kebutuhan teknologi yang dapat mengakomodasi baik karyawan jarak jauh dan karyawan di kantor.
Teknologi yang sebelumnya bukan merupakan keperluan sekarang menjadi suatu hal yang krusial tidak hanya di ruang konferensi, tetapi juga di ruang manapun. ekarang, perangkat kolaborasi seperti webcam dan headset atau tunjangan bagi karyawan untuk memastikan mereka siap bekerja jarak jauh menjadi standar di kebanyakan organisasi.
“Di organisasi yang menerapkan cara kerja hybrid, karyawan datang ke kantor dengan jadwal tidak tetap. Bagaimana ruang ditata dan perangkat kolaborasi digunakan akan berdampak besar pada keterlibatan dan produktivitas karyawan,” ujar Video Collaboration lead Logitech Indonesia, Bayu Eko Susetio.
“Setiap ruang rapat perlu dilengkapi dengan tujuan khusus dan mendukung rapat di kantor atau hybrid sesuai permintaan. Alat kolaborasi seperti sistem konferensi video harus dapat memenuhi permintaan baru ini sehingga karyawan dapat bertransisi dari kantor ke rumah tanpa kesulitan,” jelasnya.
Teknologi konferensi video dinilai sebagai platform yang mereplika interaksi tatap muka, untuk menangkap tidak hanya suara tetapi juga ekspresi dan emosi selama rapat atau diskusi. Makanya investasi ke perlengkapan konferensi video kini dinilai sebagai sebuah keharusan bagi tempat kerja atau bisnis.
“Saat ini, menentukan dan menetapkan solusi konferensi video adalah keputusan strategis dengan manfaat signifikan bagi tim TI dan bisnis. Perangkat ruang rapat, headset dan webcam pribadi, serta aplikasi pengelola semuanya berkontribusi pada kualitas dan pengalaman rapat virtual secara keseluruhan,” tutur Bayu.
Menurutnya waktu yang dihabiskan oleh admin IT untuk menerapkan, mengelola, dan mendukung konferensi video dan kolaborasi pribadi harus disertakan dalam penghitungan Return of Investment (ROI).
“Agar mempermudah tim TI, solusi tersebut harus memiliki kemampuan untuk dapat dikelola dari jarak jauh. Selain itu, sangat penting untuk berinvestasi dalam wawasan berbasis data untuk mengoptimalkan investasi dalam teknologi ruang rapat,” tandasnya.
Logitech sendiri menyediakan solusi ekosistem konferensi video dari mulai software hingga hardware. Pangsa pasar perlengkapan video conference dinilai semakin menarik sejak masa pandemi dan kini masih tetap dibutuhkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News