Ini menjadikan Facebook sebagai pesaing LinkedIn, yang memang merupakan media sosial khusus untuk para profesional, seperti yang disebutkan Quartz.
Facebook memungkinkan Anda untuk mencari pekerjaan dalam industri tertentu. Ketika Anda membuat lamaran pekerjaan, dokumen itu akan langsung terisi oleh riwayat pekerjaan Anda yang ada pada profil Facebook. Fitur ini serupa dengan fitur resume yang ada di LinkedIn.
Facebook tampaknya serius untuk mengembangkan program dan produk terkait bisnis. Sejak 2011, mereka telah mengucurkan dana sebesar USD1 miliar (Rp13,8 triliun) untuk bisnis tersebut.
Utamanya, mereka tertarik untuk bekerja sama dengan usaha kecil menengah, yang memiliki peran penting dalam bisnis iklan Facebook.
Dengan pengguna lebih dari 2 miliar orang, Facebook memiliki ruang untuk berkembang. Namun, begitu pula dengan LinkedIn, yang kini memiliki 500 juta pengguna. Menurut TechCrunch, ada kemungkinan bahwa Facebook menyasar tipe pengguna yang berbeda dari LinkedIn. Jika LinkedIn memberikan kesan profesional, Facebook kasual.
Pengguna bisa melakukan wawancara melalui Facebook Messenger. Hal ini bisa membantu orang untuk mencari pekerjaan yang tidak memerlukan keahlian, seperti pekerjaan di bidang retail atau restoran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News