Disney dituduh mengumpulkan data anak-anak tanpa izin orangtua.
Disney dituduh mengumpulkan data anak-anak tanpa izin orangtua.

Kumpulkan Data Anak Tanpa Izin, Disney Dituntut

Teknologi walt disney aplikasi
Ellavie Ichlasa Amalia • 10 Agustus 2017 13:21
medcom.id: Sebuah tuntutan yang diajukan ke pengadilan di California minggu lalu menuduh Walt Disney Company telah melanggar hukum perlindungan privasi dengan mengumpulkan informasi pribadi anak-anak dari 42 aplikasi mereka dan membagikan data tersebut dengan para pengiklan tanpa izin orangtua.
 
Tuntutan tersebut menargetkan Disney dan 3 perusahaan software lain -- Upsight, Unity dan Kochava -- dengan menyebutkan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut membuat aplikasi mobile untuk anak yang mengandung software untuk melacak, mengumpulkan kemudian mengirimkan informasi pribadi dan kebiasaan perilaku online anak-anak, lapor The Verge
 
Sang penuntut, seorang wanita asal San Francisco, Amanda Rushing berkata, dia tidak tahu bahwa informasi tentang anaknya, L.L., dikumpulkan ketika bermain game mobile Disney Princess Palace Pets dan data tersebut dijual ke pihak ketiga untuk iklan tertarget. Tuntutan ini menyebutkan, apa yang Disney lakukan melanggar Hukum Perlindungan Privasi Online Anak (COPPA).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut COPPA, perusahaan yang membuat aplikasi untuk anak-anak di bawah umur 13 tahun harus mendapatkan persetujuan dari orangtua sebelum mengumpulkan informasi pribadi. Pada 2013, Komisi Dagang Federal AS (FTC) mengubah COPPA, memasukkan penanda geolokasi dan alamat IP sebagai informasi pribadi. Selain itu, melalui pembaruan itu, pengiklan pihak ketiga juga harus mematuhi peraturan tersebut. 
 
Secara keseluruhan, tuntutan ini menyebutkan bahwa ada 42 aplikasi Disney yang melanggar COPPA. Sang penuntut ingin agar perusahaan tertuduh dilarang melacak dan membagikan data yang mereka dapatkan tanpa izin orangtua, dikenakan denda juga dibebankan biaya untuk pengadilan. 
 
Sementara itu, Disney berkata, "Disney memiliki program yang mematuhi COPPA yang ketat, dan kami memiliki peraturan ketat terkait pengumpulan data untuk aplikasi untuk anak dan keluarga. Protes ini didasarkan pada kesalahpahaman atas prinsip COPPA dan kami akan mempertahankan diri di pengadilan."
 
Ini bukan pertama kalinya Disney dituduh telah melanggar COPPA. Pada 2011, FTC memberikan denda sebesar USD3 juta (Rp40 miliar) pada divisi Playdom karena mereka mengumpulkan dam memberikan informasi pribadi dari ratusan ribu anak-anak di bawah umur 13 tahun tanpa izin orangtua secara ilegal. 
 
(MMI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif