Ilustrasi.
Ilustrasi.

Woobiz Ingin Jadi Social Commerce Bagi Ibu Rumah Tangga

Teknologi startup
Cahyandaru Kuncorojati • 02 Oktober 2019 12:53
Jakarta: Startup jenis ecommerce mungkin kerap dilihat hanya sebagai sumber mata pencaharian lain yang memanfaatkan teknologi digital. Hal ini berbeda dengan yang dilihat oleh Co-founder Woobiz, Putri Noor Shaqina. Dia ingin platform semacam ini bisa memiliki dampak sosial di kalangan tertentu.
 
"Kita mau perempuan punya dampak terhadap dirinya dan lingkungan sekitar. Kami ingin posisi perempuan sejajar dengan laki-laki bukan sebatas gender tapi mandiri dalam finansial bahkan bisa membantu meringankan beban ekonomi keluarga", tuturnya.
 
Sekilas Woobiz mungkin terdengar seperti ecommerce karena menyediakan produk dari brand yang bermitra untuk bisa dibeli. Dari penjelasan perempuan yang disapa Shaqina ini, produk yang tersedia bisa dibeli untuk dijual kembali.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita menargetkan ibu-ibu rumah tangga. Kita lihat mereka ini tergolong high influencer ya untuk komunitasnya sendiri. Misalnya, ada ibu puas dengan sebuah produk biasanya mereka bisa mengajak tetangga atau ibu-ibu lainnya seperti di pengajian untuk ikut memakai produk tersebut," jelas Shaqina.
 
"Nah di sini kita lihat potensi ibu-ibu rumah tangga bisa menjadi sales channel yang justru tidak bisa dimiliki oleh brand. Targetnya bukan untuk membantu brand yang bemitra mendapatkan untung melainkan para ibu rumah tangga bisa menjadi microentrepreneur tanpa harus punya modal besar," tegasnya.
 
Shaqina menyebut brand dan produk yang bekerja sama dnegan Woobiz adalah sebagian besar adalah merek lokal yang erat dengan kebutuhan rumah tangga atau komunitas ibu-ibu. Misalnya, tissue basah bayi, kosmetik, dna lain-lain.
 
Dari bisnis menjual produk-produk yang disediakan Woobiz, para ibu rumah tangga bisa mendapatkan komisi yang lebih besar dibandingkan ritel yang menjual produk itu. Komisi yang ditawarkan Woobiz mulai dari 10 persen hingga 30 persen tergantung jumlah produk yang berhasil terjual.
 
"Komisinya besar karena kita terhubung langsung dengan principal brand itu, bukan distributor atau reseller. Brand yang bermitra kami semuanya menerima kebijakan ini karena ya mereka ikut di Woobiz juga bukan sebagai berjualan tapi semacam pertanggung jawaban atau kepedulian perusahaan atas masyarakat, seppert CSR,"beber Shaqina.
 
Shaqina menyebut Woobiz juga turun langsung memberikan panduan dan konseling bagi para ibu rumah tangga yang bergabung untuk menggunakan teknologi dan belajar memasarkan produk dari Woobiz. Woobiz membebaskan mereka untuk memasarkan kembali produk yang dibeli secara online atau offline.
 
"Saat ini sudah ada lebih dari 500 perempuan yang menjadi mitra Woobiz di seluruh Jabodetabek, ada 250 perempuan yang sudah ikut roadshow kita. Jadi di roodshow kita buat university untuk mereka belajar mengenai cara pakai Woobiz dan teknik buat membangun bisnis mereka," ujar Shaqina.
 
Shaqina menargetkan hingga akhir tahun ini ada satu juta perempuan yang ikut bermitra di Woobiz. Selain itu dia mau mitra ini mampu memiliki pendapatan setidaknya di angka upah minimum rata-rata saat ini.
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif