Dana tersebut akan digunakan untuk mengembangkan infrastruktur digital, memperluas kampus pusat data, serta mendukung inisiatif energi bersih dan pasokan air. Google juga menyiapkan program literasi dan keterampilan AI bagi 800.000 warga Malaysia hingga 2031.
Dikutip dari laporan situs FreeMalaysiaToday.com, rencana itu diumumkan Ruth Porat, Presiden sekaligus Chief Investment Officer Alphabet dan Google, dalam acara di Universiti Malaya bersama Perdana Menteri Anwar Ibrahim.
Investasi ini menggabungkan pembangunan fasilitas digital dengan program untuk menyiapkan tenaga kerja dan pelaku usaha yang akan beraktivitas dalam ekosistem tersebut.
Selama tahap konstruksi pada 2027–2028, investasi itu diperkirakan menyumbang rata-rata RM4,48 miliar, atau sekitar Rp17,3 triliun, per tahun terhadap produk domestik bruto Malaysia. Angka tersebut merupakan proyeksi kontribusi ekonomi selama pembangunan, bukan nilai tahunan setelah semua fasilitas beroperasi.
Kampus Pusat Data dan Kebutuhan Energi
Google merencanakan kampus pusat data hemat energi di kawasan industri, termasuk lokasi baru di Selangor dan Negeri Sembilan. Tahap pembangunan diproyeksikan menopang lebih dari 37.000 pekerjaan lokal setiap tahun, dengan sekitar 6.000 pekerjaan di antaranya berada di sektor konstruksi.Setelah fasilitas beroperasi, proyek tersebut diperkirakan mendukung lebih dari 9.000 pekerjaan lokal secara berkelanjutan. Rata-rata upah untuk pekerjaan itu diproyeksikan 45 persen di atas median nasional.
Proyeksi pekerjaan selama konstruksi dan setelah operasi merujuk pada fase yang berbeda, sehingga tidak bisa dijumlahkan sebagai satu angka tenaga kerja.
Kampus pusat data juga membutuhkan pasokan energi dan air. Google menyatakan akan berinvestasi pada energi bersih untuk menambah kapasitas lebih dari satu gigawatt ke jaringan listrik Malaysia.
Inisiatif pasokan air juga termasuk dalam rencana investasi tersebut. Keduanya menjadi bagian dari dukungan sumber daya bagi perluasan infrastruktur digital.
Program AI Menyasar Sekolah hingga Pencari Kerja
Empat program Google menargetkan peningkatan keterampilan 800.000 warga pada 2031. Cakupannya meliputi literasi AI di sekolah, bantuan bagi usaha lokal agar menjangkau lebih banyak pelanggan secara online, pelatihan AI dan alat produktivitas bagi pejabat pemerintah daerah, serta persiapan pencari kerja untuk mengisi posisi di lokasi pusat data.Jalur pelatihan ini menyasar kebutuhan berbeda, mulai dari pengenalan AI di ruang kelas hingga kesiapan kerja di fasilitas digital.
Usaha kecil mendapat dukungan untuk memperluas jangkauan online, sementara pejabat daerah ditargetkan dapat menggunakan AI untuk membantu pekerjaan mereka. Dengan begitu, investasi diarahkan pada infrastruktur sekaligus keterampilan yang dibutuhkan di sekolah, bisnis, pemerintahan, dan pusat data.
Anwar mengatakan investasi tersebut dapat memperkuat posisi Malaysia sebagai kekuatan digital di Asia Tenggara dan membuka peluang kerja berketerampilan tinggi. Ia menekankan manfaatnya perlu menjangkau masyarakat pedesaan, kelompok berpenghasilan rendah, masyarakat Orang Asli, aparatur sipil, serta pedagang kecil.
“Kami tidak ingin muncul kesenjangan AI, ketika hanya segelintir elit di ruang rapat atau laboratorium yang mendapat manfaat, sementara yang lain hanya menjadi penonton,” tandas Anwar.