Perjalanan delapan dekade tersebut menunjukkan bahwa persaingan industri audio tidak hanya berkaitan dengan kualitas suara dari perangkat yang digunakan konsumen. Teknologi audio juga berperan penting dalam menentukan bagaimana musik diproduksi, film dinikmati, dan pertunjukan langsung disajikan kepada audiens.
JBL menyebut produknya kini digunakan oleh ratusan juta orang untuk mendengarkan musik melalui speaker portabel dan headphone. Di segmen profesional, teknologi JBL Professional mendukung sistem tata suara di lebih dari 40 persen bioskop di seluruh dunia, serta digunakan di stadion, studio rekaman, dan berbagai tempat pertunjukan.
Delapan Dekade Inovasi Audio JBL
Sejak 1946, JBL mengembangkan teknologi audio untuk berbagai kebutuhan, dari desain loudspeaker hingga solusi tata suara untuk industri hiburan. Perusahaan ini juga terlibat dalam penyediaan sistem audio untuk acara budaya populer, termasuk Woodstock dan Tomorrowland.Kontribusinya di bidang tata suara profesional turut mengantarkan JBL meraih penghargaan Academy Awards atau Piala Oscar untuk pencapaian di bidang tata suara. Perusahaan tersebut juga memperoleh Grammy Award atas inovasi perangkat tata suara dan monitor yang digunakan dalam konser, studio, bioskop, serta penyiaran.
Pencapaian itu memperlihatkan bahwa pengembangan audio tidak berhenti pada perangkat untuk mendengarkan musik sehari-hari. Kualitas reproduksi suara juga menjadi faktor penting bagi para profesional yang membutuhkan presisi dalam proses produksi maupun penyampaian audio kepada audiens.
Grace Koh, Vice President and General Manager Consumer Audio HARMAN APAC, mengatakan perjalanan JBL selama delapan dekade turut membentuk cara masyarakat menikmati suara, sekaligus mendorong perkembangan teknologi di bidang musik, hiburan, dan budaya.
“Di seluruh kawasan Asia Pasifik, kami melihat langsung bagaimana kekuatan audio mampu menyatukan banyak orang, menggaungkan ekspresi diri, dan menciptakan momen-momen tak terlupakan,” ujar Grace.
Ia menambahkan, JBL akan terus mendorong inovasi untuk mendukung generasi kreator, penggemar musik, dan komunitas berikutnya.
Spatial Audio hingga Produk yang Lebih Ramah Lingkungan
Memasuki dekade berikutnya, JBL menaruh perhatian pada teknologi seperti spatial audio, adaptive soundscapes, dan pengalaman mendengarkan yang lebih imersif. Arah pengembangan ini menunjukkan upaya perusahaan menghadirkan pengalaman audio yang tidak terbatas pada reproduksi suara, tetapi juga pada bagaimana suara terasa dan berinteraksi dengan aktivitas sehari-hari.Selain teknologi, keberlanjutan menjadi salah satu fokus JBL dalam merancang dan memproduksi perangkat yang lebih ramah lingkungan.
Perusahaan juga berupaya mendukung ekosistem kreatif melalui program seperti JBL Music Academy dan JBL Campus Program, serta kolaborasi dengan organisasi Girls Make Beats. Inisiatif tersebut ditujukan untuk membantu musisi pendatang baru dan mendorong keberagaman di industri musik.
Martin Garrix, yang menjadi JBL Global Ambassador, menekankan pentingnya menjaga keaslian suara musisi dalam setiap pengalaman mendengarkan.
“JBL akan selalu memastikan suara seniman didengar dan audiens bisa merasakan visi mereka yang sebenarnya, baik saat sedang bepergian, di rumah, maupun di acara langsung,” kata Martin.
Pameran 80 Tahun JBL di Jakarta
Perayaan ulang tahun ke-80 JBL juga digelar di Indonesia. Perusahaan mengadakan pameran di Main Atrium, East Mall Level 1, Grand Indonesia, Jakarta, pada 21–25 Oktober 2026.Pengunjung dapat mencoba berbagai inovasi produk melalui pengalaman interaktif, termasuk JBL Playback Gallery yang menampilkan produk-produk ikonik sepanjang delapan dekade perjalanan merek tersebut.
Secara global, perayaan ini turut mencakup penerbitan majalah digital khusus, serial podcast Audio Talks dari HARMAN yang menghadirkan insinyur, desainer, dan musisi, serta video yang merangkum perjalanan JBL.
Bagi JBL, perayaan delapan dekade bukan sekadar penanda usia merek. Perusahaan berupaya mempertahankan perannya di industri audio dengan menggabungkan pengembangan teknologi, dukungan terhadap kreator, dan pengalaman mendengarkan yang terus berubah mengikuti kebutuhan konsumen.