Fujifilm Instax Terbaru, Bawa Pengalaman Klasik ke Anak Sekarang
Fujifilm kembali menawarkan pengalaman potret dengan hasil dicetak, namun berformat kotak untuk kaum muda via Instax SQ6.
Jakarta: Fujifilm resmi menghadirkan kamera cetak instan terbarunya Instax SQ6, dalam acara pameran yang dihelat 31 Mei hingga 3 Juni mendatang.

Fujifilm Instax SQ6 hadir dengan dukungan format film 1:1 yang diklaim mampu menangkap lebih banyak objek dibandingkan dengan seri lainnya.

"Sejak diluncurkan pada tahun 1998, Instax menjadi kesukaan konsumen terutama generasi muda. Sejak media sosial menjadi tren, Instax jadi pilihan tambahan untuk mengabadikan momen," ujar Presiden Direktur Fujifilm Indonesia Noriyuki Kawakubo.


Mengusung tagline "Stories Stay Real", kehadiran Instax SQ6 diharapkan mampu membantu kaum muda sebagai target pasarnya untuk bereksplorasi dan secara spontan mengabadikan momen, atau berekspresi lewat foto.

Selain itu, perangkat ini juga diklaim sebagai penjembatan antara pengalaman yang dirasakan generasi sebelum generasi milenial.

Diklaim sebagai perangkat idaman akibat pengalaman unik yang disuguhkannya, Fujifilm mengaku terus berupaya menghadirkan pembaruan pada perangkatnya guna semakin menarik perhatian konsumen muda. Salah satu upayanya ini dihadirkan via sejumlah fitur yang dibenamkan pada Instax SQ6.

Sejumlah fitur tersebut yaitu automatic exposure, bertugas untuk mendeteksi kadar cahaya dan menyesuaikan intensitas shutter speed dan flash untuk menghasilkan komposisi foto terbaik.

Fitur ini juga diklaim mampu menghasilkan foto dengan subyek dan latar jenih, meski dalam kondisi pencahayaan redup.

Selain itu, Instax SQ6 ini juga dibekali oleh mode Double Exposure, macro, landscape, selfie, dan color filter attachment.

Mode Double Exposure memungkinkan pengguna menempelkan dua hasil jepretan dalam satu foto. Sedangkan mode Macro memungkinkan pengguna memotret foto obyek berjarak dekat minimal sejauh 30 cm.

Fujifilm Instax SQ6 ditawarkan dengan harga khusus selama pameran berlangsung dan via JD.ID seharga Rp2.299.000, termasuk camera case dan square film. Setelah pameran usai, kamera ini dipasarkan seharga Rp2.049.000 tanpa dukungan square film dan dapat ditemukan di toko resmi serta toko kamera distributor resmi Fujifilm.



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard: ASUS PRIME Z370-A, MSI X470 Gaming Plus
  • VGA: Colorful iGame GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
  • RAM: Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Apacer Panther AS340 240GB + Seagate Barracuda 8TB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Mouse: Logitech G903, Logitech G603
  • Keyboard: Logitech G610 Orion, Logitech G613
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.