Ilustrasi.
Ilustrasi.

SpaceX Dapat Restu Terbangkan Satelit Broadband

Teknologi antariksa internet SpaceX
Ellavie Ichlasa Amalia • 31 Maret 2018 15:25
Jakarta:FCC (Federal Communications Commission/Komisi Komunikasi Federal) telah memberikan SpaceX lisensi untuk mengoperasikan sekumpulan satelit penyedia internet broadband.
 
Ini artinya, badan pemerintah tersebut telah merestui dibuatnya layanan broadband orbit Bumi rendah oleh SpaceX.
 
Salah satu pendiri dan CEO SpaceX, Elon Musk memang telah menjelaskan rencananya untuk mengirimkan ribuan satelit mikro untuk menyediakan layanan internet selama bertahun-tahun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada 2017, SpaceX berusaha untuk merealisasikan renananya dengan mengadakan diskusi dengan FCC secara rutin.
 
SpaceX juga mendaftarkan lisensi yang memungkinkan mereka untuk beroperasi di spektrum broadband di bawah regulasi FCC yang tidak digunakan.Menurut laporan The Verge, layanan internet menggunakan satelit mikro ini akan dinamai Starlink.
 
Pada bulan Februari lalu, SpaceX meluncurkan dua satelit pertama dari 12 ribu satelit yang mereka rencanakan untuk luncurkan.
 
Tampaknya, SpaceX akan memulai program Starlink dengan membuat kumpulan satelit yang terdiri dari 4.425 unit. FCC meminta mereka untuk meluncurkan setidaknya setengah dari angka itu dalam waktu enam tahun ke depan.
 
"Dengan langkah ini, Komisi mengambil langkah lain untuk meningkatkan ketersediaan broadband kecepatan tinggi dan kompetisi di Amerika Serikat," kata FCC dalam pernyataan resmi pada CNBC.
 
SpaceX berencana mulai meluncurkan satelit yang berfungsi untuk jaringan satelit penyedia internet ini mulai tahun depan. Ketika itu, mereka akan bersaing langsung dengan penyedia internet satelit OneWeb.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif