2019, Ancaman Keamanan Siber Korporasi Makin Besar

Cahyandaru Kuncorojati 27 November 2018 08:30 WIB
cyber security
2019, Ancaman Keamanan Siber Korporasi Makin Besar
Ilustrasi.
Jakarta: Semakin canggih teknologi siber, ancamannya juga semakin serius. Hal ini yang terungkap dari prediksi perusahaan keamanan siber Palo Alto Networks di 2019.

Ada lima prediksi yang dipaparkan oleh Palo Alto Network dari hasil riset mereka berjudul "Cybersecurity Forecast 2019". Menurut pihak Palo Alto Networks semakin terhubungnya lingkungan IT di masa kini membuat celah keamanan siber di satu titik bisa sangat lebar dan menjalar kemana-mana.

Prediksi pertama dari Palo Alto Networks adalah semakin maraknya email bisnis yang diselipkan lampiran file jahat. Area bisnis memang selalu menjadi sasaran empuk bagi penjahat siber.


Data dalam lima tahun terakhir, lebih dari USD12 miliar (Rp173,7 triliun) dicuri penjahat siber melalui email berkedok bisnis yang mampu melakukan pencurian kata sandi dan informasi login akun-akun di lingkungan korporasi.

Palo Alto Networks menilai kasus ini semakin marak di 2019 dan disarankan perusahaan untuk melakukan pengecekan komprehensif terkait lalu lintas informasi dan komunikasi yang berkaitan dengan bisnis dan pegawainya.

Prediksi kedua adalah serangan terhadap rantai suplai. Teknologi digital membuat batasan dalam rantai suplai global semakin terkoneksi di sisi lain semakin banyak celah keamanan di setiap koneksi.

Perusahaan disarankan untuk menerapkan standar keamanan tinggi untuk setiap perangkat dan kebiasan pegawainya untuk mengubah konfigurasi default di setiap perangkat sehingga tingkat keamanan dari pencurian data atau celah keamanan semakin tinggi.

Pada prediksi ketiga Palo Alto Networks melihat ada hal positif di 2019 yaitu kesadaran proteksi data yang menjadi prioritas utama di kawasan Asia Pasifik dengan disusunnya kerangka kerja perlindungan data secara formal di beberapa negara.

Pemerintah di Indonesia juga menunjukkan keseriusannya dalam upaya memenuhi kebutuhan keamanan data pribadi dan privasi bagi warganya.

Misalnya lewat penerbitan peraturan Menteri Komunikasi dan Informasi No. 20 tahun 2016 mengenai Perlindungan Data Personal dalam Sistem Elektronik, untuk melaksanakan untuk melaksanakan ketentuan Pasal 15 ayat (3) dalam Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2012 mengenai Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik.

Prediksi keempat adalah penyedia layanan komputasi awan atau cloud dan perusahaan lebih serius dalam membangun fomdasi IT yang aman.

Perusahaan yang mengimplementasikan strategi komputasi awan harus siap dengan kenyataan bahwa data krusial milik perusahaan ditempatkan bersama data milik pihak ketiga.

Jadi, perusahaan tetap perlu memastikan keamanan dalam penyimpanan dan transmisi data, dan memastikan bahwa hanya personel resmi dan berizin saja yang dapat mengakses.

Prediksi kelima adalah persilangan antara jaringan korporasi dengan industri membuka titik-titik lemah baru yang rentan dijadikan sebagai target oleh penjahat siber. Semakin banyak serangan siber yang dilancarkan ke infrastruktur krusial seperti industri sektor energi, pemerintah dan industri diminta berkolaborasi membangun sistem keamanan untuk infrastruktur krusial.



(MMI)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.