Biaya tersebut meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2015 lalu, yaitu sekitar USD400 juta atau sekitar Rp5,3 triliun. Selain itu, biaya tersebut mendominasi sebesar 18,2 persen ranah chip semikonduktor selama 2016.
Phone Arena melaporkan, analis Masatsune Yamaji berkomentar bahwa Samsung terus mengerahkan pengaruh besar terhadap tren teknologi dan harga untuk industri semikonduktor. Yamaji menyebut, pengaruh keduanya menurun akibat pertumbuhan yang tidak sesuai dengan ekspektasi.
Pada daftar 10 pembeli chip terbesar, terdapat empat perusahaan asal Amerika Serikat, tiga perusahaan asal Tiongkok, dua perusahaan asal Korea dan satu perusahaan asal Jepang.
Pada tahun 2016, Cisco System tidak lagi masuk ke dalam daftar 10 besar ini, digantikan oleh perusahaan asal Tiongkok, BKK Electronics, yang merupakan pemilik dari produsen smartphone Oppo, Vivo, dan OnePlus.
Sebelumnya, Samsung dikabarkan telah memborong Snapdragon 835 untuk Galaxy S8, sehingga menyebabkan produsen smartphone lain terpaksa menggunakan prosesor unggulan Qualcomm lainnya.
Sementara itu, Apple dilaporkan tengah mengembangkan chipset prosesor baru untuk laptop karyanya, yaitu Mac. Prosesor itu akan bertugas untuk meningkatkan daya tahan baterai laptop saat ia berada dalam sleep mode.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News