Repair Mode adalah fitur yang mengunci dan menjaga privasi data pemilik hape saat perangkat sedang diperbaiki di jasa perbaikan. Hal ini akan membuat pemilik tidak perlu repot melakukan backup dan reset factory saat hape ingin diperbaiki.
Jadi saat fitur ini digunakan maka kunci seperti PIN dan fingerprint akan dinonaktifkan afar teknisi bisa melakukan perbaikan. Pada saat itu data pemilik hape yang ada di dalamnya diklaim akan tetap terlindungi, tidak bisa diakses oleh orang lain.
BACA JUGA: Fitur Samsung Maintenance Mode Dirilis, Jaga Keamanan Data Saat Perbaikan
Pada hape Samsung, fitur tersebut dihadirkan dalam Maintenance Mode yang sudah lebih dulu diperkenalkan pada bulan November tahun lalu. Samsung merilis fitur ini ke hape buatannya yang mengadopsi sistem operasi One UI 5.0.
“Dengan Maintenance Mode, kami memberikan jaminan ekstra bahwa pengguna Galaxy dapat menjaga privasi mereka, bahkan jika mereka menyerahkan ponsel kepada orang lain,” kata Seungwon Shin, VP & Head of Security Team Mobile eXperience Business, Samsung Electronics.
Google sendiri tampaknya akan lebih dulu merilis Repair Mode untuk hape eksklusif mereka yaitu Pixel sebelum akhirnya tersedia untuk digunakan merek hape Android lain. Fitur ini disebut akan hadir pada sistem operasi Android 14.
BACA JUGA: Cara Reset HP Oppo ke Pengaturan Pabrik dengan Mudah
Rencana Google menghadirkan fitur Repair Mode pertama kali diketahui lewat source code AOSP di hape Android, dikutip dari situs GSM Arena. Jadi akan ada fitur otentikasis untuk pemilik hape menonaktifkan Repair Mode setelah hape diperbaiki.
Mirip dengan Samsung Maintenance Mode, fitur Repair Mode akan bisa langsung diakses pada bagian Settings hape. Fitur ini tampaknya akan populer diadopsi berbagai merek karena bisa menjadi bagian dari nilai tambah layanan purna jual.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News