Namun, laporan terbaru McKinsey & Company, Agents for growth: Turning AI promise into impact, mengungkapkan bahwa era Agentic AI (AI Agen) mulai meruntuhkan batasan-batasan tradisional ini.
Laporan tersebut menjelaskan bahwa model tradisional, setiap fungsi beroperasi di dalam silonya masing-masing, kini tergantikan oleh sistem terintegrasi. Dalam model lama, pekerjaan bergerak secara berurutan: Pemasaran menyerahkan prospek ke Penjualan, Penjualan menyerahkan pelanggan ke Layanan, dan masalah dieskalasi ke Dukungan. Kini, berkat AI, proses tersebut melebur menjadi satu lingkaran pembelajaran (learning loop) yang berkelanjutan.
Kunci dari integrasi ini adalah kemampuan agen AI untuk bekerja lintas fungsi. Perusahaan tidak lagi perlu menduplikasi agen untuk setiap departemen. Laporan McKinsey mencontohkan bahwa satu agen yang bertugas mengambil data pelanggan dapat mendukung perencanaan kampanye pemasaran, membantu panggilan penjualan, hingga menangani interaksi layanan purna jual.
Desain kampanye, konversi prospek (leads), dan keterlibatan pelanggan tidak lagi dilihat sebagai langkah-langkah yang terpisah, melainkan bagian dari satu kesatuan alur kerja. Agen-agen ini bertindak sebagai orkestrator yang mengoordinasikan aktivitas, membagikan data, dan menghubungkan seluruh perjalanan pelanggan dari tahap kesadaran (awareness) hingga loyalitas.
Tantangan koordinasi lintas operasional yang kompleks selama ini sulit diatasi hanya dengan tenaga manusia. Laporan tersebut menekankan bahwa mengatasi tantangan koordinasi ini memungkinkan organisasi mencapai waktu siklus yang lebih cepat, serta konsistensi dan responsivitas pada skala yang tidak dapat ditandingi oleh koordinasi manusia semata.
Sebagai contoh nyata, sebuah perusahaan asuransi Eropa berhasil merekayasa ulang model komersialnya hanya dalam waktu 16 minggu. Mereka membangun jaringan agen yang terhubung: Agen Pengetahuan memusatkan ribuan dokumen kebijakan, sementara Agen Integrasi menghubungkan kemampuan tersebut ke dalam sistem CRM yang ada.
Hasilnya, perusahaan tersebut berhasil mengurangi serah terima (handoffs) manual lintas fungsi dan menciptakan umpan balik berkelanjutan yang sebelumnya mustahil dilakukan. Perubahan ini menuntut para pemimpin untuk memikirkan kembali struktur organisasi pertumbuhan mereka.
Kita sedang menuju model operasi hibrida manusia-AI, di mana tim pertumbuhan dirancang lintas fungsi sejak awal. Pemasar, penjual, perwakilan layanan pelanggan, dan ilmuwan data kini berkolaborasi di sekitar alur kerja bersama dan indikator kinerja (KPI) yang umum.
Dengan demikian, Agentic AI tidak hanya mengubah cara perusahaan bekerja, tetapi juga siapa yang bekerja sama. Tembok pemisah antar departemen sedang diruntuhkan, digantikan oleh ekosistem cerdas yang menempatkan pelanggan sebagai pusat dari satu alur kerja yang utuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News