Langkah ini akan menerima banyak pertanyaan dari pengguna lama, terutama mereka yang terbiasa untuk menggunakan headset sambil mengisi baterai smartphone menggunakan powerbank. Contoh penggunaan tadi sangat umum dijumpai di Indonesia.
Dengan colokan headset yang menyatu dengan port USB Type-C, pengguna Samsung Galaxy Note 10 dan Note 10 Plus tidak bisa mengisi baterainya sekaligus menggunakan perangkat dengan headset. Pihak Samsung juga menyadari hal ini.
Dikutip dari The Verge, salah satu perwakilan Samsung telah memberikan jawaban atas kondisi tersebut. Diklaim Samsung bahwa mereka melakukan ini untuk menyediakan ruang baterai yang lebih besar seiring kapasitasnya yang lebih besar dari generasi sebelumnya tapi dengan ukuran bodi yang tidak berbeda.
Samsung Galaxy Note 10 dilaporkan memiliki kapasitas baterai 3400 mAh sementara Note 10 Plus 4.200 mAh. Alasan kedua yang dikemukakan Samsung adalah untuk menyediakan improvisasi sistem haptic feedback atau efek getar yang biasa dijumpai di smartphone saat digunakan.
Alasan ini memang sedikit berbeda dibandingkan iPhone 7 di tahun 2016 yang memutuskan menghilangkan lubang audio jack dan menggantikannya dengan menawarkan wireless earphone Apple AirPods. Sementara beberapa merek seperti Lenovo menghadirkan kembali audiojack di Moto Z4 dan Google di Pixel 3A.
Tetap saja beberapa merek yang lebih populer atau sekelas dengan Samsung seperti Apple Huawei, Xiaomi, dan lainnya memang sejak tahun lalu sudah mulai menghilangkan audio jack dari perangkatnya. Bisa dibilang Samsung tengah mengikuti tren yang diciptakan oleh merek-merek ternama ini.
Melihat perkembangan produk Samsung sebelumnya di jajaran produk flagship yang terus membenamkan banyak fitur ke dalamnya tanpa harus menghilangkan fitur seperti audio jack. Kemungkinan keputusan kali ini belum tentu berlaku untuk seri Samsung Galaxy Note selanjutnya atau di seri lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News