Foto: Virtus
Foto: Virtus

Virtus Lanjutkan Program Bakti Negeri, Beri Beasiswa IT untuk Siswa Indonesia

Lufthi Anggraeni • 19 Mei 2022 16:49
Jakarta: Virtus Technology Indonesia, penyedia solusi infrastruktur digital, sekaligus anak perusahaan CTI Group, membuka kembali Virtus Bakti Negeri.
 
Ini adalah program pemberian beasiswa bagi para siswa SMA/SMK di Indonesia untuk melanjutkan pendidikan sarjana di bidang IT sekaligus ikatan kerja di Virtus. Beasiswa dan ikatan kerja ini diberikan dengan latar belakang prestasi akademik yang baik dan terbuka bagi semua siswa SMA/ SMK di seluruh Indonesia. 
 
Persyaratan untuk mendapatkan beasiswa program Virtus Bakti Negeri adalah lulusan SMA/SMK yang lulus atau akan lulus pada tahun berjalan atau telah dinyatakan lulus maksimal 1 tahun sebelumnya, memiliki nilai rata-rata rapor minimal 7,00; memiliki keinginan untuk terus belajar dan bekerja, mudah beradaptasi terhadap hal baru, dan menyukai tantangan.
 
Registrasi Virtus Bakti Negeri dapat dilakukan melalui website Virtus Indonesia. Seluruh pendaftar cukup mengisi data diri, mengunggah nilai rapor, ijazah, beserta CV (Curiculum vitae) dan mengunggah foto melalui formulir yang tersedia di website. Tidak perlu lagi mengumpulkan berkas fisik saat pendaftaran.
 
“Ini sudah kami mulai sejak 2013 dan memberikan kesempatan beasiswa dan ikatan kerja kepada lulusan terbaik SMA/SMK di seluruh Indonesia. Tahun ini kami bekerja sama dengan Binus Online Learning."
 
"Kemudian menawarkan beberapa program studi yang bisa diambil oleh para penerima beasiswa yaitu program Teknik informatika, Sistem informasi, Business Management, Akutansi, dan Teknik Industri. Selain itu, penerima beasiswa juga mendapat kesempatan bekerja di Virtus dengan posisi baik technical seperti System Engineer atau Consultant, maupun non-technical seperti Sales,” kata Christian Atmadjaja selaku Direktur Virtus.
 
Sejak tahun 2013 Virtus sudah merekrut sebanyak 40 siswa untuk menerima beasiswa Virtus Bakti Negeri. Untuk tahun ini, Virtus Bakti Negeri mengembangkan kurikulum baru, dengan melibatkan penggunaan alat-alat kolaboratif (collaborative tools) yang berisikan beragam materi yang bisa diambil secara mandiri oleh para peserta beasiswa dan memudahkan pengajar untuk  lebih fleksibel dalam mendampingi para peserta. 
 
“Melalui beasiswa Virtus Bakti Negeri selain saya bisa mengenyam pendidikan sarjana Sistem Informasi di universitas Gunadarma, saya juga mendapatkan pengalaman, wawasan, dan motivasi bekerja langsung dari para atasan, rekan kerja, dan manajemen Virtus di bidang yang saya minati dan citacitakan,” ujar  Oki Herdian, Technical Team Leader Virtus sekaligus penerima beasiswa Virtus Bakti Negeri pada tahun 2013.
 
“Binus Online Learning berharap mahasiswa yang berkuliah bisa menimba ilmu dengan baik, memanfaatkan peluang dan tantangan yang ada serta bisa menjadi lulusan yang berkualitas dan bisa berkontribusi bagi nusantara,” ujar Agus Putranto, Direktur Binus Online Learning.
 
Program Virtus Bakti Negeri dinilai selaras agenda pemerintah untuk terus mendorong peningkatan sumber daya manusia di Indonesia untuk menghadapi pergembangan dunia digital. Menurut pemerintah, Indonesia membutuhkan sembilan juta talenta digital untuk lima belas tahun kedepan atau sekitar 600 ribu talenta digital per tahun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


(MMI)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif