Facebook mengumumkan Messenger Rooms, layanan ruangan virtual yang dapat menampung 50 partisipan.
Facebook mengumumkan Messenger Rooms, layanan ruangan virtual yang dapat menampung 50 partisipan.

Video Chat Messenger Rooms Facebook Bisa Tampung 50 Orang

Teknologi teknologi facebook
Lufthi Anggraeni • 25 April 2020 11:12
Jakarta: Sebagai dampak dari pandemik COVID-19, masyarakat semakin banyak memanfaatkan layanan video chat untuk dapat terhubung dengan keluarga dan rekan. Facebook menyebut sejumlah produk karyanya mengalami peningkatan permintaan untuk berkomunikasi via video.
 
Di sejumlah negara, penggunaan layanan panggilan video Messenger dan WhatsApp meningkat lebih dari dua kali lipat. Selain itu, Phone Arena juga melaporkan bahwa semakin banyak masyarakat yang menikmati siaran langsung karya pengguna Instagram dan Facebook.
 
Kini, Facebook memperkenalkan Messenger Rooms, memungkinkan pengguna menciptakan ruangan dari Facebook atau Messenger, dan mengundang hingga 50 orang untuk bergabung dalam panggilan video tanpa batas waktu,

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pengguna juga dilaporkan dapat mengundang orang lain untuk bergabung meski tidak memiliki akun Facebook. Facebook menyebut perusahaannya akan segera memungkinkan pengguna untuk menciptakan ruangan tersebut dari Instagram Direct, WhatsApp, dan Portal.
 
Jika pengguna diundang untuk masuk ke ruangan, pengguna dapat bergabung dari ponsel atau komputer secara langsung tanpa perlu mengunduh apapun. Pengguna aplikasi Messenger dapat mengubah tampilan dengan memanfaatkan Augmented Reality (AR) dan Artificial Intelligence (AI).
 
Dengan AR, pengguna dapat menambahkan sejumlah hal seperti telinga kelinci, dan dengan AI, pengguna dapat menempatkan diri di lokasi terpilih menggunakan latar belakang 360 derajat. Pembuat ruangan dapat mengeluarkan partisipan dan dapat mengunci ruangan jika tidak ingin lebih banyak orang bergabung.
 
Kreator ruangan juga dapat memutuskan pengguna lain yang dapat menemukan dan bergabung dengan ruangan tersebut. Selain itu, partisipan dapat meninggalkan ruangan kapanpun mereka inginkan, dan kreator dapat memblokir orang lain untuk memasuki ruangan virtual tersebut.
 
Messenger Rooms baru ini akan tersedia di sejumlah negara pada pekan ini dan akan tersedia di negara lain di seluruh dunia pada beberapa bulan mendatang. Dalam halaman privasinya, Facebook menegaskan bahwa pihaknya tidak menyaksikan panggilan video atau atau mendengarkan audio.
 
Namun, Facebook menghimpun data dari Messenger Rooms terkait dengan penggunaan aplikasi atau sekadar bergabung ke ruangan virtual karyanya tanpa memiliki akun. Data yang dihimpun ini diklaim facebook akan digunakannya untuk memperbaiki pengalaman penggunaan.
 
Selain itu, Facebook juga menyebut bahwa pihaknya tidak akan menampilkan iklan di Rooms, serta video dan audio dari Rooms ini tidak akan digunakan untuk kepentingan iklan. Untuk pengguna tanpa akun, Facebook menyebut akan menghimpun informasi terkait perangkat dan peramban yang digunakan.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif