Coding Bee Academy ingin memberikan pandangan baru soal coding via ajang pameran dan talkshow.
Coding Bee Academy ingin memberikan pandangan baru soal coding via ajang pameran dan talkshow.

Coding Bee Bakal Gelar K12 Computer Science Education Fair 2020

Lufthi Anggraeni • 27 Februari 2020 08:52
Jakarta: Coding atau programming menjadi salah satu kemampuan yang tengah didorong oleh pemerintah Indonesia, dalam upaya untuk menyeimbangkan ketersediaan talenta yang dibutuhkan dalam menghadapi revolusi 4.0.
 
Tidak hanya pemerintah, pihak swasta juga turut bahu-membahu dalam mempersiapkan dan memperbanyak talenta di bidang coding ini, termasuk Coding Bee Academy. Dalam memperluas jangkauannya dalam berbagi pengetahuan, Coding Bee Academy akan menggelar ajang K12 Computer Science Education Fair.
 
“Acara ini diadakan untuk memberikan pandangan baru bagi orang tua dan semua pihak yang ingin memajukan pendidikan Indonesia menuju kurikulum pendidikan 4.0. Coding akan menjadi game-changer dalam mendukung industri 4.0 di seluruh dunia, termasuk Indonesia,” ujar Co-Founder Coding Bee Academy Eko Haripin.
 
K12 Computer Science Education Fair akan diselenggarakan pada tanggal 6 hingga 8 Maret 2020, berlokasi di lantai dasar Main Atrium Emporium Pluit Mall Jakarta Utara. Acara ini juga menjadi medium untuk memamerkan karya coder muda, serta berbagi pengetahuan dalam format talk show pada tanggal 6 Maret.
 
Institusi pendidikan non formal yang menargetkan anak usia 5 hingga 17 tahun ini menyebut bahwa K12 Computer Science Education Fair ditujukan untuk mengedukasi masyarakat terkait pentingnya keterampilan coding untuk dimiliki oleh anak-anak.
 
Coding juga dinilai menjadi salah satu ilmu yang patut dipelajari anak sedari dini sebab belajar coding disebut Eko bukan hanya ditujukan agar anak menjadi programmer, tapi karena coding sudah dimanfaatkan oleh berbagai bidang.
 
Selain itu, tidak melulu soal pekerjaan di masa depan yang menjanjikan, pembelajaran coding sejak dini disebut Eko dapat menumbuhkan rasa percaya diri dalam diri anak-anak. Selain itu, coding juga memicu anak-anak untuk berpikir secara logis serta melatih kegigihan anak.
 
Peserta didik usia muda, lanjut Eko, akan diajarkan konsep algoritma, yaitu langkah yang harus dilakukan untuk menyelesaikan tugas, dengan cara menyenangkan sehingga tidak menganggap algoritma sebagai momok dan hal yang menakutkan.
 
Melalui Coding Bee Academy, Eko berharap bahwa anak didik di institusi ini tidak hanya menjadi pengguna aplikasi atau pemain game, tapi juga dapat menjadi kreator dari aplikasi atau game tersebut. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA