Direktur Teknologi XL Axiata, Yessie D. Yosetya dalam kunjungan ke area proyek SKKL.
Direktur Teknologi XL Axiata, Yessie D. Yosetya dalam kunjungan ke area proyek SKKL.

XL Axiata Rampungkan Kabel Laut, Hubungkan Tiga Negara

Teknologi xl telekomunikasi
Cahyandaru Kuncorojati • 19 Februari 2019 17:26
Jakarta: Xl Axiata baru saja memberikan kabar terkait pembangunan Sistem Komunikasi kabel Laut (SKKL) yang berjalan sejak Desember 2017. Infrastruktur ini menghubungkan tiga negara yaitu Australia, Indonesia, dan Singapura.
 
Dibangun bersama Vocus Group dan Alcatel Submarine Networks, SKKL akan dimanfaatkan XL Axiata untuk memperkuat jaringan data saat ini dan memenuhi kebutuhan trafik mendatang.
 
"Saat ini kabel laut telah beroperasi sejak awal kuartal keempat 2018 lalu," ujar Direktur Teknologi XL Axiata, Yessie D. Yosetya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"KKL ini juga menjadi infrastruktur yang penting untuk bisa mengatasi peningkatan trafik data di masa depan dan melengkapi redundansi jaringan dalam hal memberikan layananan terbaik kepada pelanggan," jelas Yessie.
 
Terhubungnya jaringan Indonesia dengan Singapura dan Australia dijelaskan memiliki alasan strategis. Jaringan data Indonesia bisa terhubung langsung dengan jaringan global dari kedua negara tadi.
 
Apabila salah satu negara jaringannya salah satu negara ada ganggunan, Indonesia masih bisa terhubung ke global.
 
Pembangunan juga dilakukan dengan menghindari area rawan gempa sehingga aman dan bisa dikomersialkan. XL Axiata juga mulai menawarkan koneksi internasional ini kepada pihak ketiga, baik Jakarta-Singapore maupun Jakarta-Perth-Sydney.
 
SKKL Australia,Indonesia, dan Singapura ini menyediakan konektivitas berkapasitas besar baik ke Singapura dan ke Australia.Kapasitas yang tersedia mencapai 30Tb untuk jalur Jakarta-Singapura, serta 20Tb antara Jakarta-Perth, Australia.
 
Artinya SKKL ini mampu menyediakan kapasitas hingga 6 kali lipat dari total kapasitas jaringan internasional dari Indonesia yang ada saat ini. Selain itu, sudah mengadopsi dukungan 4 Fiber Pairs yang menyediakan fleksibikitas koneksi dan monitoring setiap saat jaringan Australia dan Singapura.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi