Ilustrasi.  (Media Indonesia)
Ilustrasi. (Media Indonesia)

Ada Kabar Gojek dan Tokopedia Mau Merger

Teknologi teknologi tokopedia gojek
Cahyandaru Kuncorojati • 05 Januari 2021 10:28
Jakarta: Rumor mengenai rencana Gojek dan Grab untuk merger alias menjadi satu masih belum menunjukan kepastian tapi kini sudah beredar rumor terbaru dengan pihak yang berbeda. Gojek disebut dalam diskusi untuk merger dengan Tokopedia.
 
Informasi ini masih bisa dianggap sebagai rumor karena kabarnya kedua pihak startup terbesar di Indonesia ini masih enggan berkomentar. Kabar ini juga datang dari pihak internal yang identitasnya dirahasiakan, dikutip dari DealStreetAsia.
 
Informan tersebut mengklaim bahwa kedua perusahaan sudah dalam tahap diskusi lebih lanjut mengenai pengaturan bisnis masing-masing. Selain itu diklaim keputusan mengenai rencana merger ini akan dicapau dalam beberapa bulan ke depan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Data firma riset dan analisi pasar CB Insights terakhir pada Oktober 2020 menyebtu valuasi Gojek sudah mencapai kisaran USD10 miliar sementara Tokopedia di angka kisaran USD7 miliar. Apabila keduanya benar melakukan merger maka akan menjadi startup valuasi terbesar di Indonesia.
 
Rumor mengenai merger antara Gojek dan Tokopedia sudah pernah terdengar pada tahun 2018. Kini kabar tersebut kembali mengemuka setelah rumor lain mengklaim diskusi merger antara Gojek dan Grab menemukan jalan buntu.
 
CEO Grab, Anthony Tan dikabarkan menolak permintaan dari investornya SoftBank Group Corp untuk menyerahkan sejumlah bagian bisnisnya kepada Gojek apabila merger keduanya sukses.
 
Miliuner sekaligus CEO SoftBank Group, Masayoshi Son yang selama ini setia mendukung Tan dilaporkan mulai menyerah dan lebih mendukung merger Gojek dengan Tokopedia, menurut informasi pihak internal yang dikutip DealStreetAsia.
 
Gran dan Tokopedia diketahui sama-sama pernah menerima suntikan dana besar dari SoftBank. Investor ternama ini dilaporkan sempat menelan rugi bersih senilai USD8,9 miliar atau Rp133,5 triliun pada tahun fiskal 2019 akibat pandemi Covid-19 dan kesalahan investasi pada startup WeWork yang didukungnya.
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif