Smartfren Prediksi Jaringan 5G Tersedia di Indonesia pada 2020

Lufthi Anggraeni 25 Oktober 2018 08:14 WIB
smartfren telecom
Smartfren Prediksi Jaringan 5G Tersedia di Indonesia pada 2020
Smartfren memprediksi jaringan 5G akan tersedia di Indonesia pada tahun 2020, meski baru di wilayah tertentu.
Palembang: Smartfren memprediksi jaringan 5G akan tersedia di Indonesia setidaknya pada tahun 2020 mendatang, meski terbatas di wilayah tertentu. Hal ini dinilai Smartfren disebabkan oleh sejumlah kendala yang dihadapi Indonesia, termasuk infrastruktur.

"Untuk menuju 5G dibutuhkan beberapa syarat, seperti ketersediaan carrier aggregations, milimeter wave, MiMo dan QAM, Beam Forming, dan Full Duplex, seperti standar yang telah diterapkan oleh dunia. Di Indonesia, Smartfren harapkan bisa tersedia pada tahun 2020," ujar Vice President Technology Relations & Special Project Smartfren Munir Syahda Prabowo.

Pemanfaatan jaringan tersebut, jelas Munir, nantinya juga tidak lagi diperuntukan bagi penggunaan per orang, namun lebih kepada penggunaan untuk man to machine atau perangkat IoT, seperti mobile nirsupir.


Sebab perangkat tersebut membutuhkan latensi lebih sedikit, yang dapat disuguhkan oleh jaringan 5G.

Disinggung soal radio, Munir menyebut kesiapan dalam menyambut jaringan 5G juga bergantung pada keputusan pemerintah terkait dengan alokasi band.

Apabila pemerintah memutuskan untuk mengalokasikan band baru, Munir menyebut Smartfren telah siap, selama band tersebut menggunakan teknologi Orthogonal Frequency-Division Multiplexing (OFDM).

Hal ini disebut Munir, karena jaringan Smartfren merupakan Software Driven Radio (SDR), sehingga hanya membutuhkan update via software dan bukan hardware. Sementara itu, jika diizinkan menggunakan jaringan saat ini, Smartfren mengaku lebih siap.

Menyoal kendala kehadiran jaringan 5G di Indonesia, Munir menilai infrastruktur menjadi kendala utama. Sebab sejumlah wilayah di Indonesia masih didukung teknologi radio microwave, sedangkan jaringan 5G membutuhkan dukungan dari jaringan fiber optik.

Pada tahun 2020, kota Jakarta dan Surabaya diprediksi akan siap menyambut jaringan 5G, sebab di dua kota besar di Indonesia ini telah didukung oleh jaringan fiber optik yang cukup baik.

Selain itu, kehadiran perangkat kompatibel dengan jaringan ini turut menjadi kendala, sebab hingga saat ini belum tersedia perangkat tersebut di pasar.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.