Jawabannya terletak pada konsep Intelligent Cockpit yang diusung SUV listrik ini. Berbeda dengan pabrikan otomotif konvensional yang sering kali tertinggal dalam hal antarmuka pengguna (User Interface), Polytron G3+ terasa seperti sebuah gadget berjalan yang dirancang untuk generasi yang terbiasa dengan layar sentuh dan konektivitas instan.
Begitu masuk ke dalam kabin, perhatian pengemudi langsung tersedot oleh layar sentuh masif berukuran 12,8 inci di tengah dasbor. Layar ini lebih dari pemutar musik, ia adalah otak dari seluruh kendaraan. Dari sini tersedia berbagai macam fungsi kabin, mulai dari pengaturan suhu AC, konektivitas multimedia, pengisian daya, hingga manajemen mode berkendara. Untuk mereka yang masih ingin merasakan sensasi fisik, beberapa fungsi ini tetap ada.
Responsivitas layarnya mulus, didukung antarmukanya dirancang intuitif, mirip dengan pengoperasian tablet, meminimalkan kurva belajar bagi pengguna baru. Polytron G3+ juga telah Android Auto dan Apple CarPlay. Fitur ini memungkinkan aplikasi navigasi seperti Google Maps atau Waze, serta layanan streaming musik seperti Spotify, diproyeksikan langsung ke layar raksasa mobil dengan resolusi tinggi. Namun, dukungan ini harus memanfaatkan konektivitas via kabel.
Polytron G3+ dilengkapi dengan sistem audio XBR (Extended Bass Radiator), teknologi khas mereka yang legendaris. Dengan konfigurasi 8 speaker yang tersebar di kabin, sistem ini memberikan kualitas suara surround yang jernih dengan dentuman bass yang bertenaga, sebuah fitur yang biasanya memerlukan modifikasi aftermarket mahal pada mobil lain di kelasnya.
Selain itu, teknologi berkendara juga dapat diatur lewat layar dashboard ini. beberapa fungsi canggih pada mobil listrik seperti ADAS juga tersedia. Salah satu fitur yang cukup menarik adalah pengaturan kelincahan setir yang bisa disesuaikan.
"Polytron G3+ ini menurutku value for moneynya tinggi, karena dengan harganya bisa dapat fitur-fitur yang fungsional seperti electric backdoor & seats, ADAS, sensor parkir, dll. Desainnya juga terasa premium, lapang, dan solid, enak banget lah berkendaranya," ungkap Dyan, salah satu pengguna yang telah mencoba pengalaman berkendara mobil listrik ini.
Kecanggihan Polytron G3+ tidak berhenti saat mesin dimatikan. Melalui aplikasi Polytron EV, mobil ini terhubung ke Internet of Things (IoT). Pemilik dapat memantau status baterai, melacak lokasi kendaraan (Find My Car), bahkan menyalakan AC dari jarak jauh beberapa menit sebelum masuk ke mobil.
Harga mobil listrik Polytron G3+ di Indonesia harganya mulai dari Rp459 juta (On The Road/OTR) untuk tipe Buy to Own (beli unit dan baterai). Untuk model berlangganan (Battery as a Service) harganya mulai dari Rp299 juta dengan tambahan sewa baterai sekitar Rp1,2 juta per bulan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News