Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Energi, Perdagangan, dan Industri Singapura, Dr. Tan See Leng, dalam pembukaan ajang Singapore Week of Innovation and Technology (SWITCH) 2026 yang berlangsung di Sands Expo and Convention Centre, Singapura, pada Rabu, 28 Oktober 2026.
Inisiatif baru ini berfokus pada perluasan jaringan Global Innovation Alliance (GIA) untuk memfasilitasi pengujian teknologi di fasilitas R&D global, program akselerator baru bersama Lenovo, serta kerja sama inkubasi dua arah dengan Pemerintah Metropolitan Tokyo.
Buka Akses R&D UC Berkeley dan Subsidi Hingga 70 Persen
Melalui perluasan jaringan GIA, EnterpriseSG menjalin kemitraan dengan Bakar Labs yang berlokasi di Universitas California, Berkeley. Kerja sama ini memberikan akses langsung bagi startup asal Singapura untuk memanfaatkan laboratorium, peralatan canggih, serta keahlian teknis Bakar Labs dalam menguji dan memvalidasi teknologi di bidang sains kehidupan (life sciences) dan material maju (advanced materials).Fasilitas pengujian dan validasi di pasar internasional dinilai sangat krusial namun sering kali membutuhkan biaya yang besar bagi startup tahap awal (early-stage). Guna meringankan beban tersebut, EnterpriseSG menyediakan dukungan pendanaan hingga 70 persen dari total biaya yang memenuhi syarat bagi startup yang lolos seleksi.
Dukungan tersebut mencakup penggunaan fasilitas dan peralatan, bahan konsumsi, akses ke peneliti dan pakar teknis, hingga kegiatan penyesuaian bisnis (business-matching) di Amerika Serikat.
Akselerator Deep-Tech Lenovo dan Kolaborasi Dua Arah Singapura-Tokyo
Selain perluasan fasilitas R&D, EnterpriseSG meluncurkan dua kemitraan industri skala besar:Program Akselerator Global Bersama Lenovo: EnterpriseSG dan Lenovo menghadirkan program akselerator berdurasi 24 bulan. Program ini menghubungkan startup terpilih dengan tim R&D global dan kapabilitas layanan Lenovo untuk memvalidasi serta menyebarkan solusi deep-tech di bidang kecerdasan buatan (AI), robotika, dan material maju pada alur kerja korporat skala besar.
MOU dengan Pemerintah Metropolitan Tokyo: Bertepatan dengan peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Singapura dan Jepang, kedua pihak menyepakati Nota Kesepahaman (MOU) untuk memperkuat ekosistem startup. Kerja sama ini mencakup program imersi timbal balik dan akses pasar, yang membantu startup Singapura berekspansi ke Jepang sekaligus menjadikan Singapura sebagai pintu masuk bagi startup Jepang ke pasar regional dan global.
Assistant Managing Director of Innovation EnterpriseSG, Emily Liew, menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan langkah penting untuk membantu inovasi lokal berkembang menjadi bisnis yang kompetitif secara global. Jaringan, pakar, dan pelanggan global diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan startup dari Singapura menuju panggung dunia.
(Nur Aldiansyah Amirulloh)