Ilustrasi.
Ilustrasi.

Anak-Anak di ASEAN Gemar Tonton Streaming, Indonesia Tertinggi

Teknologi cyber security kaspersky
Cahyandaru Kuncorojati • 30 September 2019 17:22
Jakarta: Teknologi internet sudah sangat akrab dengan anak-anak. Baru ini Kaspersky menemukan fakta baru mengenai hal tersebut dalam laporan terkini berjudul Kaspersky Safe Kids 2019.
 
Disebutkan bahwa semakin banyak anak-anak di negara anggota ASEAN atau Asia Tenggara yang menggunakan internet untuk mengakses atau mengunduh konten digital seperti musik, video, dan aplikasi dibandingkan untuk online chat.
 
Dari hasil laporan tahun 2018 dan 2019 yang dirangkum Kasperksy, terjadi pertumbuhan dua digit pada penggunaan internet oleh anak-anak di ASEAN untuk kegiatan di atas. Indonesia menjadi yang tertinggi yaitu dri 38,72 persen tahun lalu menjadi 60,33 persen di tahun ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Filipina meningkat dari 25,41 persen menjadi 49,12 persen, Singapura di angka 42,32 persen dari 25,03 persen, Thailand meningkat menjadi 37, 23 persen dari 11,28 persen, dan Vietnam kini di angka 50,14 persen dari 27,11 persen.
 
Kaspersky menemukan hanya anak-anak di Malaysia yang mencatat sedikit penurunan dari 60,08 persen menjadi 51,15 persen. Namun kategori kegiatan streaming masih menjadi aktivitas online teratas di antara anak-anak Malaysia.
 
Kaspersky menyebut bahwa situs web tempat mengunduh konten software atau aplikasi, audio dan video menjadi sangat populer. Layanan pelacakan torrent dan layanan berbagi file juga demikian. Kaspersky menaruh kewaspadaan bahwa layanan di atas sangat rentan disusupi malware.
 
"Laporan kami menunjukkan bahwa video, musik, dan perangkat lunak semakin menjadi aktivitas favorit anak-anak, dan kami sepenuhnya menyadari bahwa situs-situs tersebut bisa saja dihinggapi malware, virus, dan konten berbahaya lainnya," tutur General Manager Asia Tenggara Kaspersky, Yeo Siang Tiong.
 
"Kami berharap temuan ini dapat membantu orang tua dalam memahami anak-anak mereka dengan lebih baik dan memberikan perlindungan terbaik bagi mereka dari potensi bahaya dalam dunia digital," imbuhnya.
 
Kabar baiknya, tren ini berdampak terhadap penurunan akses konten dewasa. Kaspersky menyebut bahwa terjadi penurunan persentase anak-anak di kawasan Asia Tenggara dalam mengakses konten dewasa.
 
Di tahun 2019, sebagian besar negara di kawasan ini menunjukkan minat yang lebih rendah terhadap pornografi dan konten terkait. Malaysia hanya mencatat kenaikan yang sangat sedikit yaitu 0,09 persen dalam kategori ini.
 
Asia secara umum juga mencatat penurunan dari 2,72 persen menjadi 2,26 persen namun jumlahnya masih cukup tinggi dibandingkan dengan kawasan lainnya secara global dalam hal minat kalangan anak-anak terhadap konten dewasa.
 
"Sangat menggembirakan melihat semakin sedikit anak yang tertarik dengan konten dewasa online di kawasan Asia Tenggara. Kami menghargai langkah langkah yang dilakukan oleh pemerintah ASEAN untuk memblokir akses mudah ke situs-situs tersebut," tutur Yeo.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif