ASUS ROG Phone 2
ASUS ROG Phone 2

ASUS Lihat Black Shark tak Pantas Saingi Mereka

Teknologi teknologi gadget asus asus rog
Cahyandaru Kuncorojati • 09 Desember 2019 13:50
Jakarta: ASUS akhirnya berhasil menjual smartphone gaming ROG Phone 2 di pasar Indonesia. Sebagai produk yang menyasar segmen mobile gaming, ASUS mengaku percaya diri dengan pasar Tanah Air, yang sebelumnya sudah kedatangan ponsel di kelas yang sama.
 
Dalam konferensi pers peluncuran ROG Phone 2, pihak ASUS yakin bisa menguasai pasar karena beberapa alasan. “ROG sudah sudah lama ada di industri game. Bukan kita yang berkompetisi dengan mereka, tetapi mereka berkompetisi dengan kita,” kata Deputy Country Marketing Manager ASUS Indonesia, Davina Larissa.
 
Jawaban ini muncul dari pertanyaan bagaimana ASUS melihat persaingan pasar smartphone gaming Indonesia, setelah Black Shark lebih dulu meluncurkan produk serupa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rasa percaya diri ASUS bisa menguasai pasar smartphone gaming di Indonesia bukanlah asal-asalan. ROG atau Republic of Gamers sudah lama muncul di industri PC, berkembang dari sebuah entitas untuk gaming menjadi komunitas, kemudian saat ini menjelma sebagai “kerajaan” spesial untuk ASUS.
 
Dalam kesempatan itu juga, Chairman ASUS Jonney Shih mengungkapkan hal serupa. “Saat ini kami telah menjadi nomor satu di pasar PC, pasar laptop. Sekarang, pecahan puzzle terakhir ada di smartphone gaming,” ungkapnya saat naik ke panggung.
 
Oleh karena itu, ASUS menilai Black Shark yang seharusnya merasa harus menyaingi ASUS, bukan sebaliknya. Ekosistem yang telah ASUS ciptakan memungkinkan kontribusi untuk pangsa pasar tersendiri, yang tidak lain adalah konsumen setia.
 
Black Shark sendiri adalah pemain baru, yang menawarkan smartphone gaming dan belum lama ini mengandalkan Xiaomi untuk penjualannya di Indonesia.
 
Langkah ini diambil setelah sebelumnya mereka memasarkan produk sendiri dengan menggandeng beberapa e-commerce. Black Shark 2 Pro punya kemampuan gaming, tetapi bodinya terlalu tebal untuk takaran masa kini.
 
Untuk strategi pemasaran, ASUS memastikan bahwa stok ROG Phone 2 memadai. “Saya tidak bisa mengatakan jumlahnya, tetapi begitu tahap pre-order selesai, konsumen bisa langsung membelinya secara offline,” kata Davina.
 
Ia juga menyebutkan kesempatan kerja sama yang terbuka kepada pelaku industri game, seperti tim esports dan developer game. “Mereka tidak hanya menjadi brand ambassador. Kami dengarkan masukan mereka agar bisa menciptakan produk yang lebih baik.”
 
Sebagai ponsel gaming, ROG Phone 2 mengusung spesifikasi dan harga premium. Ia mengusung hardware untuk perangkat mobile tertinggi yang tersedia di pasar saat ini.
 
Mulai dari Snapdragon 855 Plus, RAM hingga 12GB, dan memori penyimpanan mencapai 512GB. Dari aspek tampilan, tidak banyak yang berbeda dari generasi pertama, tetapi teknologinya menopang kebutuhan gaming mobile premium.
 
Layar juga merupakan komponen penting dalam smartphone gaming. ROG Phone 2 punya layar AMOLED 6,6 inci resolusi 2340 x 1080. Layar ini mengukung refresh rate 120 Hz, yang berarti hingga dua kali di atas layar pada umumnya.
 
ASUS menanamkan banyak fitur dari software dan hardware, untuk hardware mereka menyediakan beragam perangkat pendukung seperti generasi pertama. Untuk software, ROG Phone menyediakan beberapa fungsi yang biasa hadir dalam perangkat gaming lain, seperti dukungan AirTrigger, Booster, dan penyimpanan fungsi makro.
 
Ia tersedia dalam varian RAM 8GB dan memori 128GB di harga Rp8.499.000. Sementara versi 12GB/256GB hadir dengan paket penjualan khusus, yang tersedia bulan depan dengan harga Rp12.499.000.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif