Salah satu prosesor terbaru AMD untuk kelas menengah adalah AMD A8-7670K yang merupakan bagian dari keluarga prosesor Godavari. Sama seperti prosesor Godavari lainnya, AMD A8-7670K bukanlah prosesor biasa. Ia memiliki chip grafis terintegrasi di dalamnya sehingga memungkinkan prosesor tersebut mengerjakan pemrosesan grafis tanpa dibantu dengan kartu grafis tambahan.

AMD menamai teknologi tersebut dengan Advanced Processing Unit (APU). Apa manfaatnya? Kelebihan utamanya tentu saja adalah akan menghemat dana bagi mereka yang masih belum ingin membeli kartu grafis tambahan. Karena AMD A8-7670K telah memiliki chip grafis tersendiri, PC yang menggunakan prosesor ini telah dapat berfungsi tanpa menggunakan kartu grafis tambahan.
Kelebihan lain dari prosesor ini adalah penggunaan soketnya yang masih sama dengan prosesor pendahulunya, FM2+. Hal tersebut membuat pengguna prosesor sebelumnya masih dapat melakukan upgrade ke prosesor terbaru ini. Selain itu, AMD A8-7670K juga telah kompatibel dengan Windows 10 dan tentunya DirectX 12.
Bagaimana dengan performanya?
Kami menguji AMD A8-7670K dengan cara membandingkannya dengan saudaranya, AMD A10-7870K yang pernah kami ulas sebelumnya. Dala pengujian kali ini, kami menggunakan SuperPi untuk mengukur performa kalkulasi single-thread-nya, serta menggunakan 3DMark untuk mengukur performa grafisnya. Kami juga melakukan pengujian terhadap dua game online, yaitu Dota2 dan Counter Strike: Global Offensive (CS:GO).Pengujian SuperPi
Dalam pengujian ini, prosesor akan diminta untuk mengkalkulasikan bilangan Pi hingga 32 juta digit. Sebagai prosesor yang kelasnya di atas AMD A8-7670K, tentu tak mengherankan bila AMD A10-7870K lah yang unggul pada pengujian ini.Selisih performanya tergolong sangat jauh. Untuk menghitung bilangan Pi sebanyak 32 juta digit, AMD A8-7670K memerlukan waktu hingga 31 menit 40 detik, sedangkan AMD A10-7870K hanya membutuhkan waktu 16 menit 57 detik saja.
Pengujian 3DMark
Pengujian 3DMark digunakan untuk mengukur kemampuan grafis dalam AMD A8-7670K. Kami menggunakan skenario 3DMark Cloud Gate dan 3DMark Sky Dive. Dalam kedua pengujian tersebut, AMD A8-7670K berhasil memperoleh skor 4.022 poin untuk Cloud Gate, serta 4.148 poin untuk Sky Dive.Sama seperti pengujian SuperPi, AMD A10-7870K terlihat lebih unggul dengan skor 6.034 poin pada Cloud Gate, dan 5.131 pada Sky Dive.

Keunikan terdapat pada skor pengujian AMD A8-7670K yang memiliki selisih lebih kecil antara pengujian Cloud Gate dan Sky Dive. Hal tersebut dapat menunjukkan bahwa AMD A8-7670K tergolong lebih stabil dalam hal pemrosesan grafis ketimbang AMD A10-7870K.
Pengujian Game
Sebagaimana yang telah kami ungkapkan sebelumnya, AMD A8-7670K merupakan sebuah prosesor yang memiliki chip grafis terintegrasi di dalamnya. AMD A8-7670K ditenagai Radeon R7 Series yang juga merupakan chip grafis kelas menengah dari AMD.Tak heran apabila hanya berbekal prosesor ini, Anda dapat memainkan berbagai game menengah seperti Dota2 dan CS:GO. Tidak hanya itu, prosesor ini memang dirancang untuk memenuhi kebutuhan gamer yang ingin memainkan game-game online tanpa harus mengeluarkan dana ekstra untuk PC.

Dalam pengujian game, AMD A8-7670K berhasil memperoleh rata-rata framerate 27 fps di Dota2 dan 61fps di CS:GO. Meskipun masih di bawah AMD A10-7870K yang berhasil meraih 29fps di Dota2 dan 83fps di CS:GO, namun kemampuan grafis AMD A8-7670K boleh dikatakan telah cukup untuk memainkan game-game online sekelas Dota2 dan CS:GO.
Kesimpulan
AMD A8-7670K memang bukan prosesor yang sangat hebat dan kencang. Meskipun demikian, ia masih mampu menghadirkan performa yang tergolong cukup baik untuk prosesor sekelasnya, terutama dalam segi performa grafisnya.
Satu lagi keunggulan prosesor ini adalah harganya yang terjangkau, berada di kisaran Rp1,3 juta. Selain cocok untuk para gamer pemula, prosesor ini juga cocok untuk mereka yang ingin membuka usaha warnet.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News