Amazon akan mengakuisisi 20 persen saham Apple di Globalstar, namun layanan satelit iPhone seperti Emergency SOS dipastikan tetap berjalan normal.
Amazon akan mengakuisisi 20 persen saham Apple di Globalstar, namun layanan satelit iPhone seperti Emergency SOS dipastikan tetap berjalan normal.

Amazon Bakal Akuisisi Saham Apple di Globalstar, Fitur Satelit iPhone Tetap Jalan

Lufthi Anggraeni • 29 Mei 2026 06:44
Ringkasnya gini..
  • Amazon akan mengambil alih kepemilikan 20% saham Apple di Globalstar sebagai bagian dari akuisisi senilai USD11,6 miliar.
  • Fitur satelit pada iPhone seperti Emergency SOS via Satellite dipastikan tetap berjalan dan tidak terdampak.
  • Amazon berencana memperluas layanan satelit Globalstar untuk smartphone dan perangkat mobile lintas merek.
Jakarta: Amazon dikabarkan akan mengambil alih kepemilikan 20 persen saham Apple di perusahaan komunikasi satelit Globalstar sebagai bagian dari proses akuisisi Globalstar senilai sekitar USD11,6 miliar (RpRp207,2 triliun).
 
Kendati terjadi perubahan kepemilikan, layanan satelit pada iPhone disebut tidak akan terdampak dan tetap beroperasi seperti biasa. Mengutip 9to5Mac, informasi tersebut muncul melalui dokumen pengajuan ke Federal Communications Commission (FCC) Amerika Serikat.
 
Dalam dokumen itu, Amazon menjelaskan bahwa anak perusahaan baru bernama Grapefruit Acquisition Sub II LLC akan mengambil alih kepemilikan dan hak suara Apple di Globalstar setelah proses merger selesai.

Apple sebelumnya memiliki 20% saham Globalstar melalui kesepakatan investasi senilai USD1,1 miliar (Rp19,7 triliun) yang diumumkan pada tahun 2024. Dari nilai tersebut, sekitar USD400 juta (Rp7,1 triliun) digunakan Apple untuk membeli saham perusahaan yang menjadi mitra utama layanan satelit iPhone.
 
Sebagai informasi, Globalstar dikenal masyarakat sebagai perusahaan yang menyediakan infrastruktur satelit untuk berbagai fitur komunikasi darurat Apple. Jaringan satelit Globalstar digunakan pada fitur seperti Emergency SOS via Satellite dan layanan bantuan darurat lainnya di iPhone generasi terbaru.
 
Kendati Apple tidak lagi memegang saham setelah akuisisi selesai, Amazon menegaskan bahwa kerja sama dengan Apple akan tetap berlanjut. Amazon menyebut layanan satelit yang digunakan pengguna iPhone saat ini maupun di masa depan akan tetap didukung melalui jaringan Globalstar yang ada serta pengembangan satelit baru.
 
Dalam dokumen FCC, Amazon juga menyatakan bahwa investasi tambahan yang akan dilakukan pada Globalstar bertujuan memperluas kemampuan layanan satelit langsung ke perangkat mobile atau direct-to-device (D2D).
 
Teknologi tersebut memungkinkan smartphone terhubung ke jaringan satelit tanpa memerlukan perangkat tambahan khusus. Selain mempertahankan kerja sama dengan Apple, Amazon juga disebut ingin memperluas layanan satelit Globalstar ke lebih banyak produsen smartphone, operator seluler, dan perangkat mobile lainnya.
 
Langkah ini diperkirakan menjadi bagian dari strategi Amazon untuk memperkuat bisnis komunikasi satelit dan bersaing dengan layanan seperti Starlink milik SpaceX. Amazon bahkan menyebut akuisisi tersebut akan membantu pembangunan jaringan satelit generasi berikutnya yang dirancang khusus untuk layanan smartphone global.
 
Perusahaan teknologi dan ritel raksasa asal Amerika Serikat ini mengklaim peningkatan infrastruktur ini dapat memperbaiki kualitas koneksi, memperkuat sinyal di area terpencil, serta meningkatkan kemampuan komunikasi satelit di masa depan.
 
Hingga saat ini belum tersedia informasi mengenai nilai kompensasi yang akan diterima Apple atas pelepasan kepemilikan saham tersebut. Namun berbagai laporan menyebut Apple tetap akan menjadi mitra utama Globalstar dalam penyediaan layanan satelit untuk perangkat iPhone dan Apple Watch.
 
Akuisisi ini menandai langkah besar Amazon dalam memperluas bisnis satelitnya melalui unit Amazon Leo dan Project Kuiper. Dengan menguasai Globalstar, Amazon berpotensi memperkuat posisinya dalam persaingan layanan komunikasi satelit global yang saat ini semakin berkembang pesat.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA