Berdasarkan temuan dalam laporan Cisco AI Readiness Index 2025, dunia mulai beralih dari sekadar model prediktif atau asisten percakapan menuju agen AI yang tidak hanya memberikan jawaban, tetapi juga mampu mengambil tindakan secara mandiri dengan menavigasi alur kerja dan keputusan bisnis secara otonom.
Ambisi ini tercermin dari fakta bahwa sebanyak 83% organisasi di seluruh dunia sudah merencanakan untuk mengembangkan atau menyebarkan agen AI dalam operasi mereka. Perusahaan membayangkan masa depan ketika AI menjadi mitra operasional yang mendukung tim, berinteraksi langsung dengan pelanggan, hingga mengotomatisasi proses industri.
Beberapa fokus utama pengembangan ini mencakup rekayasa perangkat lunak otonom di mana agen dapat menulis dan menguji kode, asisten produktivitas pribadi untuk pengelolaan tugas, hingga sistem kontrol robotika untuk kendaraan otonom dan robot gudang. Namun, lonjakan beban kerja ini diperkirakan akan sangat menekan kapasitas infrastruktur IT yang ada.
Saat ini, hanya 34% organisasi yang merasa infrastruktur IT mereka benar-benar adaptabel dan skalabel untuk mengakomodasi kebutuhan komputasi AI yang terus berkembang. Ketidaksiapan ini diperparah oleh munculnya fenomena "Hutang Infrastruktur AI", yaitu akumulasi kompromi teknis dan kekurangan investasi pada aspek jaringan serta manajemen data yang dapat menjadi hambatan kritis bagi inovasi perusahaan.
Aspek keamanan juga menjadi perhatian utama karena hanya 31% organisasi yang merasa memiliki kapasitas penuh untuk mengamankan sistem agen AI yang membuat keputusan secara independen.
Selain itu, terdapat kesenjangan dalam perencanaan tenaga kerja di mana hanya 32% perusahaan yang telah mengidentifikasi tugas manusia mana yang akan digantikan oleh AI dan memasukkannya ke dalam perencanaan jangka panjang.
Meskipun tantangan infrastruktur dan keamanan masih nyata, banyak perusahaan tetap mendorong adopsi ini demi mengejar efisiensi operasional dan inovasi produk. Pada akhirnya, laporan tersebut menegaskan bahwa nilai bisnis yang nyata dari teknologi ini hanya akan mengikuti kesiapan organisasi yang disiplin dalam membangun fondasi strategi, data, dan tata kelola yang kuat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News